3 Alasan yang Bikin Orang Indonesia Masih Ragu Beli Mobil Listrik

Jakarta

Mobil listrik makin kuat trennya di di Indonesia. Meski kini pilihan kendaraan elektrifikasi makin banyak, publik ternyata masih ragu dengan berbagai alasan.

Mobil listrik mulai menjamur di Tanah Air dengan kisaran harga beragam, mulai dari 250 juta rupiah sampai di atas Rp 1 miliar. Meski tersedia berbagai pilihan model dan harga, membangun ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia tidak mudah. Masyarakat masih menimbang berbagai faktor.

Seperti dikatakan Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, setidaknya ada tiga hal yang bikin masyarakat Indonesia masih menimbang-timbang untuk membeli mobil listrik.

“Membangun (ekosistem) mobil listrik ini tidak mudah. Kenapa? Pertama, harus mengubah pola, kebiasaan. Masyarakat yang tadinya menggunakan BBM subsidi, harga murah, pindah ke mobil listrik yang sedikit ribet,” kata Moeldoko di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (25/7/2022).

“Kalau ke SPBU mungkin hanya butuh 2-3 menit ngisi 10 liter selesai. Tapi dengan mobil listrik, kalau lagi di jalan, dia harus mencari dulu, di mana bisa mendapat (fasilitas) swap baterai, dia juga harus mencari di mana mencari charging station. Dari faktor itu, mengakibatkan orang masih mikir-mikir (membeli mobil listrik),” sambung Moeldoko yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Faktor kedua yang membuat masyarakat belum melirik mobil listrik sebagai kendaraan utama mereka adalah soal isu-isu kendaraan ramah lingkungan yang belum terjawab, terutama terkait isu baterai, keamanan, dan nilai jual kembali.

“(Faktor) kedua, masih ada isu-isu yang belum terjawab. Misalnya nanti, kalau masuk air kebakaran nggak, kesetrum nggak itu penumpangnya, terus baterai bisa seberapa jauh digunakannya.”

“Isu terakhir yang selalu kita hadapi, pascajual nanti gimana, gimana ya second-nya. Itu selalu menjadi perbincangan dan pertimbangan,” bilang Moeldoko.

Simak Video “Bukan Wuling, Ini Wujud Mobil Listrik Murah di Indonesia
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.