95% Orang Indonesia Belum Bisa Beli Mobil Listrik karena Harganya Mahal

Jakarta

Ada beberapa model mobil listrik yang sudah dijual di Indonesia. Namun, harga mobil listrik di Indonesia masih tergolong tinggi. Pasarnya pun masih sedikit.

Berdasarkan data yang dipaparkan Ahmad Ali Rifan, Analis Kebijakan Ahli Madya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, penjualan kendaraan listrik di Indonesia masih relatif kecil. Mobil listrik hanya memiliki pangsa pasar 0,4%. Tahun 2021 lalu, penjualan mobil listrik mencapai 3.193 unit, naik 3 kali lipat tapi masih kecil dibandingkan kendaraan konvensional.

“Dibutuhkan pertumbuhan sekitar 80% antara 2022-2030 untuk mencapai target pemerintah 600 ribu unit pada 2030,” ujar Ali dalam diskusi yang diselenggarakan Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Rabu (3/8/2022).

Dia menyebut, dibandingkan pasar internasional, kendaraan listrik di Indonesia masih perlu dorongan yang lebih kuat. Salah satunya pemberian insentif fiskal maupun non-fiskal.

Menurut Ali, masih ada beberapa hambatan kendaraan listrik di Indonesia. Pertama soal harganya yang relatif mahal untuk saat ini.

“Harga mobil listrik tidak terjangkau 95% kelompok pembeli kendaraan bermotor. Tingginya harga mobil listrik membatasi pangsa pasar 5% konsumen kendaraan bermotor di Indonesia,” papar Ali.

Selain itu, infrastruktur pengisian listrik juga belum sebanyak SPBU. Pengisian daya baterai kendaraan listrik di rumah membutuhkan waktu yang lama. Sementara fast charging membutuhkan investasi yang cukup mahal.

Begitu juga soal kesadaran konsumen Indonesia yang masih relatif terbatas terhadap kemampuan kendaraan listrik.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Taufik Bawazier mengatakan lebih dari separuh pasar mobil Indonesia didominasi oleh harga mobil low MPV dan low SUV. Jadi kalau harga mobil listrik bisa setara Avanza, Xenia, Xpander cs lebih cepat mengakselerasi mobil listrik.

“Pabrikan tadi akan didorong menghasilkan mobil murah. Bahwa Indonesia ini konsumsi masyarakat untuk membeli mobil itu 62 persen di harga Rp 250 sampai 300 juta. Bayangkan kalau ada mobil listrik yang harganya segitu, saya yakin prosesnya lebih cepat,” ujar Taufiek dalam kesempatan terpisah.

Saat ini mobil listrik di Indonesia harganya rata-rata masih di atas Rp 500 juta bahkan ada yang mencapai Rp 2 miliar. Ada mobil listrik murah, Wuling Air EV, yang harganya Rp 250-300 juta, tapi lebih cocok untuk mobil perkotaan dan bentuknya lebih kecil ketimbang mobil listrik lainnya.

Simak Video “Segini Biaya dan Cara Ngecas Mobil Listrik di SPBU Pertamina
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/dry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.