Aleix Espargaro Pernah Pikir Pensiun Saking Frustasinya di Aprilia

Jakarta

Aleix Espargaro sekarang berada di posisi tiga besar pebalap teratas. Jauh sebelum mencapai titik ini, dia pernah terbesit ganti pekerjaan saking frustasinya di Aprilia.

Kakak kandung dari Pol Espargaro ini membela Aprilia sejak 2017. Dia sepakat masuk Aprilia usai posisinya di Suzuki digantikan oleh Alex Rins.

Usai menjajal Aprilia RS-GP pada tes Valencia 2016, Aleix Espargaro mengaku langsung percaya bahwa motor ini punya kesempatan bersaing di papan atas.

“Sejak pertama kali saya menandatangani kontrak dengan Aprilia, saya percaya masa-masa saat ini akan datang. Saya yakin bisa membawa motor ini ke puncak performanya, bertarung untuk podium, mungkin bukan berjuang untuk kejuaraan,” ujar Espargaro dalam wawancara MotoGP, Rabu (14/9/2022).

“Secepatnya saya naik motor mereka di tes pascamusim di Valencia (pada akhir 2016), saya bilang pada Romano, (Direktur Teknik Aprilia) kepada mekanik motor ini bahwa motor mereka sangat baik, punya banyak potensi,” sambung dia.

NORTHAMPTON, ENGLAND - AUGUST 05: Aleix Espargaro of Spain and Aprilia Racing rides during the free practice session of the MotoGP Monster Energy British Grand Prix at Silverstone Circuit on August 05, 2022 in Northampton, England. (Photo by Steve Wobser/Getty Images)Aleix Espargaro saat di Northampton, England. (Photo by Steve Wobser/Getty Images) Foto: Getty Images/Steve Wobser

Secara khusus Aleix Espargaro mengatakan dua tahun setelah berseragam Aprilia merupakan masa-masa amat sulit dalam menghadapi motor Aprilia RS-GP yang ia tunggangi, Dia bilang pengembangan motor kehilangan arah, saking frustasinya dia sampai menyewa psikolog karena membuat hidupnya tak nyaman.

“Saya bekerja dengan psikolog di Barcelona, saya sudah siap untuk menjauh (pensiun). Saya bilang kepada istriku jika pada 2018 atau 2019 tidak ada perkembangan dari motor ini. Saya harus menemukan jalan lain, mencari pekerjaan lain, karena setiap balapan saya selalu merasa sedih, dan tidak bisa enjoy dalam hidup saya,” kata dia.

Namun Aleix Espargaro mengaku situasi berubah ketika sosok sang CEO, Massimo Rivola, yang pernah berkarier di Formula 1 masuk memimpin Aprilia. Dia datang ke pabrikan Noale setelah punya pengalaman bersama Ferrari dan Toro Rosso di F1.

“Dan beruntungnya Massimo datang di akhir 2019, dia mengubah banyak hal di Aprilia,”

Tak hanya itu, pada musim 2022 Aprilia juga resmi kehilangan konsesi. Tim ini tak lagi mendapat keistimewaan, seperti jatah mesin, kebebasan tes serta pengembangan mesin. Motornya dianggap sudah mumpuni untuk berkompetisi dengan pabrikan besar lain.

Tahun ini adalah musim keenam bagi Espargaro membela Aprilia. Dia meyakini timnya makin kuat dari tahun sebelumnya. Bagi Espargaro menang atau kalah, yang terpenting sekarang dirinya merasa 100 kali lipat lebih baik dari masa lalunya.

“Tidak ada beban buat saya. Musim ini seperti hadiah dan saya sudah berumur 33 tahun. Apa yang terjadi sekarang 100 kali lebih baik dari masa lalu. Jadi saya hanya ingin bersenang-senang hingga lap terakhir di Valencia,” ungkap Espargaro.

Simak Video “Begini Jadinya Kalau Pebalap MotoGP Tiru Ibu-ibu Indonesia Naik Motor
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.