Angkot Udara Jadi Solusi Kemacetan di Masa Depan?

Memanfaatkan ruang udara di atas kota diyakini menjadi solusi kemacetan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kendaraan dimensi ketiga diharapkan bisa jadi solusi bagi kemacetan lalu lintas yang makin parah. Mobilitas udara menjanjikan tempo perjalanan lebih cepat dan mudah bagi masa depan.


Kereta bawah tanah yang penuh sesak dan  jalan raya yang macet sudah jadi fenomena biasa di kota-kota besar. Jika kota-kota sudah merasakan kekurangan lahan di atas dan bawah tanah, itu saatnya membangun sarana di udara. Para ahli yakin akan hal itu. 


Kai Uwe Schröder, peneliti dari RWTH Aachen, berpendapat, mobilitas udara menjadi pasti kunci penting bagi mobilitas masa depan, karena dapat menyelesaikan banyak masalah. Sekarang semakin banyak proyek lalu lintas berurusan dengan mobilitas perkotaan dalam dimensi ketiga.


Tobias Meinert dari RWTH Aachen menjelaskan, itu artinya kita menggunakan ruang udara di atas kota. Sekadar untuk menciptakan lebih banya tempat, karena jalanan di permukaan tanah ketersediaannya terbatas. Dan memang bisa kita lihat setiap hari, bagaimana penuhnya jalanan.


Ottobahn: gondola yang bergantung pada rel


Salah satu contohnya adalah Ottobahn. Gondola bergelantungan pada sistem rel yang berlokasi lima sampai sepuluh meter di atas kota. Pada sistem ini tidak perlu stasiun perhentian.


Gondola bisa berhenti dan turun ke tanah di setiap lokasi yang diinginkan, untuk menurunkan atau menaikkan penumpang. Lokasi pemberangkatan dan tujuannya bisa dikendalikan setiap penumpang lewat sebuah aplikasi. 


Sebuah perusahaan rintisan di München sudah melaksanakan ide mobilitas di udara ini pada tahapan penerapan. Di bagian utara München start-up itu sedang membangun pilot proyek pertama.  


Rene Müller, peneliti yang terkecimpung dalam proyek Ottobahn, mengungkapkan, system itu menawarkan kenyamanan transportasi individual dengan harga seperti alat transportasi umum konvensional.


“Pada dasarnya ini gabungan dari keunggulan alat transportasi jarak dekat yang kita punya sekarang, dengan aspek-aspek individual, yang bisa dilihat dalam lalu lintas mobil pribadi,” kata Fabian Zeller, yang juga berperan dalam proyek Ottobahn.

sumber : DW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.