Berapa Jarak Tempuh Maksimal untuk Sekali Berkendara Pakai Sepeda Motor?

Suara.com – Sebagai pengendara motor, penting untuk mengetahui jarak tempuh yang aman bagi perjalanan. Utamanya sekali bermotor mesti berapa lama dibolehkan secara maksimal. Meski tidak ada patokan yang pasti mengenai jarak ini.

Akan tetapi, ada dua faktor yang bisa digunakan sebagai patokan soal jarak tempuh maksimal ini. Yaitu kondisi sepeda motor dan kondisi fisik pengendara.

Sebagaimana dikutip dari Wahana Honda, pada jarak tempuh tertentu, disarankan untuk beristirahat. Berikut wacananya:

Ilustrasi jam dan investasi (pixabay/nattanan23)
Ilustrasi jam (pixabay/nattanan23)

1. Per tiga jam

Baca Juga:
Dalam Hening, Taksi Ikonik London Antre Ungkapkan Bela Sungkawa atas Mangkatnya Ratu Elizabeth II

Apabila berencana menempuh perjalanan jauh yang akan memakan waktu lama, maka beristirahatlah setelah naik motor tiga jam. Dengan kecepatan wajar, motor sudah melaju sejauh 100 km selama tiga jam. Jadi, beristirahatlah ketika sudah naik motor sepanjang 100 km.

2. Maksimal delapan jam sehari

Sementara itu dalam sehari, disarankan berkendara motor selama delapan jam. Jadi sekarang, coba hitung. Berapa jam rata-rata yang dihabiskan seharian di atas motor? Setelah delapan jam, tubuh harus beristirahat sepenuhnya.

Selain kondisi fisik sebagai pengendara, kondisi motor pun harus diperhatikan.  Bagian-bagian motor harus rutin dicek, terutama di bagian ini:

Baca Juga:
Sri Ratu Elizabeth II Mangkat, Ini Limousine yang Menjadi Kendaraan Resmi Kenegaraan

Oli motor matic berbeda dengan motor manual. Motor matic menggunakan kopling kering. [Antara]
Oli sepeda motor, sebagai ilustrasi [Antara]

1. Oli

Gantilah oli setiap menempuh perjalanan sejauh 2.000-3.500 kilometer. Namun, jarak ini bukanlah acuan pasti bagi setiap motor. Bisa mengikuti rekomendasi dari pabrikan.

2. Rem

Seiring penggunaan dalam waktu lama, rem juga harus dicek. Jangan sampai ketika hendak bepergian, rem ternyata keras atau malah blong. Selain itu, waspadai juga panas berlebihan pada tromol, bagi motor yang masih menggunakan teknologi ini.

3. Ban

Seperti halnya rem, ban juga tak boleh luput dari perhatian. Jika sudah mulai sedikit botak, ada baiknya mengganti dengan yang baru, demi keamanan dan keselamatan saat berkendara. Pengguna mesti rajin melihat alur ban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.