Bisa Dapat Rp 19-20 Juta Sebulan, Segini Biaya Bikin SPKLU

Jakarta

PT PLN (Persero) membuka kesempatan kepada masyarakat umum yang tertarik membuat fasilitas pengecasan baterai kendaraan listrik SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), dengan keuntungan kotor (gross income) hingga Rp 19-20 jutaan per bulan. Berapa biaya pembuatannya?

SPKLU menjadi salah satu infrastruktur penting dalam menyongsong era kendaraan elektrifikasi. PLN sebagai perusahaan listrik negara, jadi perusahaan yang memiliki kapasitas membangun jaringan SPKLU di seluruh penjuru Indonesia.

Executive Vice President Pemasaran dan Pengembangan Produk PT PLN (Persero), Hikmat Drajat mengatakan, PLN tidak ingin memonopoli bisnis SPKLU. Maka itu pihaknya terbuka menjalin kemitraan dengan publik dalam pembangunan fasilitas ini.

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya bersinergi membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Jakarta, Senin (25/7/2022).PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya bersinergi membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Jakarta, Senin (25/7/2022). (Foto: Grandyos Zafna)

“PLN membuka seluas-luasnya kepada publik, kepada investor, untuk bersama-sama membangun kemitraan ‘SPBU’ mobil listrik (SPKLU). Jadi silahkan mendaftar ke PLN, pilih lokasi di mana, kita sudah siap. Bayangkan PLN sudah terbuka sebagai bussiness partner dalam era mobil listrik,” ujar Hikmat di arena Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 JIExpo, Kemayoran (27/7/2022).

Dalam materi presentasi yang dipaparkan Hikmat, ada 6 pilihan harga paket SPKLU IO2 atau model franchising (waralaba). Berikut rinciannya:

  1. Medium charging 25 kW (outdoor), harga paket Rp 389,4 juta, fee partner Rp 1.350,07/kWh, gross income Rp 8,1 juta/bulan
  2. Medium charging 25 kW (indoor), harga paket Rp 361,9 juta, fee partner Rp 1.268,33/kWh, gross income Rp 7,6 juta/bulan
  3. Fast charging 50 kW (outdoor), harga paket Rp 600,6 juta, fee partner Rp 1.966,22/kWh, gross income Rp 11,8 juta/bulan
  4. Fast charging 50 kW (indoor), harga paket Rp 573,1 juta, fee partner Rp 1.888,77/kWh, gross income Rp 11,3 juta/bulan
  5. Ultra fast charging >100 kW (outdoor), harga paket Rp 1.083,5 juta, fee partner Rp 3.387,28/kWh, gross income Rp 20,3 juta/bulan
  6. Ultra fast charging >100 kW (indoor), harga paket Rp 1.056,0 juta, fee partner Rp 3.306,57/kWh, gross income Rp 19,8 juta/bulan.

Menurut Hikmat proses kemitraan ini cukup mudah. Seluruhnya PLN yang akan mengurus, calon mitra tinggal menyetor modal awal, menyediakan lahan, sudah bisa membuka bisnis SPKLU.

Alurnya, dari pihak perbankan akan memberikan financing, lalu pihak investor menyiapkan dana dana dan lahan. Kemudian PLN bertanggung jawab pada pembangunan SPKLU baik outdoor maupun indoor, menyediakan aplikasi Charge.IN, menyiapkan proses dukungan operasional penuh kepada partner, serta memproses administrasi.

“Kalau mau dimulai, saat ini, karena mungkin dua, tiga tahun lagi franchise-nya akan mahal. Sekarang mungkin masih murah, karena baru awal,” bilang Hikmat.

Simak Video “Catat! Berikut Biaya dan Cara Ngecas Mobil Listrik di SPBU Shell
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.