Catat! Bali Bakal Wajib Menerapkan Penggunaan Kendaraan Listrik di Wilayah Ini

Jakarta

Bali menjadi daerah yang serius untuk bisa menerapkan kendaraan listrik sebagai alat transportasi utama. Demi memuluskan rencana tersebut, pemerintah daerah Bali melahirkan banyak aturan. Salah satunya mengharuskan satu daerah untuk mengendarai mobil listrik.

“Kami juga akan menggunakan zonasi berbasis baterai, di Nusa Penida, Ubud, Sanur dan Kuta, akan kami jadikan zona penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai,” ucap Gubernur Bali, I Wayan Koster di Bali.

Langkah pemerintah daerah Bali untuk bisa menerapkan berbagai wilayah menggunakan kendaraan listrik, disambut baik dari berbagai warga negara asing yang singgah di Bali.

“Kami mendapat sambutan baik dari berbagai negara, seperti Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat. Setelah masa pandemi kunjungan sudah meningkat, bukan hanya karena pandemi menurun. Tapi juga karena di Bali sudah menggunakan kendaraan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Pemerintah sendiri memang tengah fokus menggencarkan penggunakan mobil listrik. Dalam penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada November 2022, ada ratusan mobil listrik yang digunakan sebagai kendaraan operasional para petinggi negara.

Pantai Sanur ditutup selama penerapan PPKM Darurat. Meski begitu, aktivitas penyeberangan ke Pulau Nusa Penida dan kegiatan nelayan tetap diizinkan beroperasi.Ilustrasi Pantai Sanur ditutup selama penerapan PPKM Darurat. Meski begitu, aktivitas penyeberangan ke Pulau Nusa Penida dan kegiatan nelayan tetap diizinkan beroperasi. Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Untuk menunjang hal tersebut, Executive Vice President Pemasaran dan Pengembangan Produk PT PLN (Persero), Hikmat Drajat mengatakan, PLN siap menyediakan fasilitas SPKLU alias Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum dengan dukungan Ultra Fast Charging.

“Indonesia akan menyelenggarakan event internasional KTT G20, kami sudah berencana menyediakan untuk infrastruktur itu adalah Ultra Fast Charging. Kurang lebih 200 kW. Jadi kan rencananya seluruh mobil KTT itu mobil listrik, nah kami menyediakan kurang lebih ada sekitar 60 unit Ultra Fast Charging,” kata Hikmat di arena Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (27/7/2022) kemarin.

Sebagai catatan, sudah ada beberapa merek mobil yang menyatakan komitmen mendukung KTT G20 dengan menyuplai kendaraan elektrifikasi. Antara lain Hyundai dengan merek mobil listrik Ioniq 5 dan Genesis G80.

Ioniq 5 merupakan mobil crossover listrik yang sudah diproduksi secara lokal di pabrik Hyundai di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Sementara Genesis G80 adalah merek sedan premium Hyundai yang bertenagakan listrik. Genesis G80 ini bahkan sudah dicoba Presiden Jokowi saat kunjungan kerja ke Batang.

Sementara dari merek Toyota, bakal menyediakan sekitar 143 unit mobil listrik SUV, Toyota bZ4X. Tak hanya dari pabrikan Korea Selatan dan Jepang, merek asal China, Wuling, juga bakal menyuplai sekitar 300 unit Wuling EV.

Simak Video “Tak Cuma Sedan, Bluebird Juga Punya Lini MPV Listrik dari BYD
[Gambas:Video 20detik]
(lth/dry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.