Catat! Hyundai Stargazer Tak Direkomendasikan Minum Pertalite

Jakarta

Bagi pemilik atau calon pemilik Hyundai Stargazer wajib mengetahui bahan bakar yang direkomendasikan pabrikan. Stargazer tidak diperbolehkan pakai bahan bakar dengan kadar Research Octane Number (RON) di bawah 92. Artinya, mobil low MPV pesaing Avanza dan Xpander ini tidak boleh memakai Pertalite yang punya RON 90.

Hyundai Stargazer dibekali mesin 1.497 cc Multi Point Injection (MPI), 4-silinder, 16-katup, yang bisa menghasilkan tenaga maksimum 113,4 dk di 6.300 rpm dan torsi puncak 144,1 Nm pada 4.500 rpm. Lalu jenis bahan bakar apa yang cocok untuk mobil buatan Korea Selatan ini?

“Rasio kompresi mesin (Stargazer) 10,5. Kita ikuti rekomendasi dari Hyundai Global, itu minimum (RON) 91,” ungkap Technical Manager Before Service Department PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Sugiartono, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/8/2022).

“Kalau di Indonesia kan nggak ada itu (RON 91), jadi rekomendasi kami ya berarti 92 (Pertamax). Artinya untuk mendapatkan performa yang paling baik sesuai dengan yang dijanjikan, ya ikuti rekomendasi itu, 91+ atau 92,” sambung Sugi.

Lanjut Sugi menjelaskan, andai Stargazer diisi bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan, maka besar kemungkinan mengalami gejala knocking atau detonasi. Singkatnya, proses pembakaran di dalam ruang mesin tidak sempurna, sehingga terjadi gejala ngelitik.

“Kalau sudah knocking pasti performa turun. Karena ada knock sensor, begitu dia mendeteksi adanya knocking dia akan mundur pengapiannya. Pengapian mundur itu kan jadi tenaganya lebih dikurangi, karena engine management akan memprioritaskan keselamatan mesinnya. Keselamatan mesin berarti keselamatan pengemudinya, mesin jebol berarti kan nggak safety, sehingga performa mesinnya akan dikurangi. Itulah yang terjadi,” tambah Sugi.

Kendati tidak direkomendasi menggunakan bahan bakar dengan RON di bawah 92, penggunaan bahan bakar RON 90 di Stargazer tak akan menggugurkan garansi pabrikan secara langsung. Kecuali ada kerusakan parah pada jeroan mesin yang diakibatkan penggunaan bahan bakar tidak sesuai saran.

“(Soal garansi) kita lihat case by case. Kalau kerusakannya betul-betul confirm dari bahan bakar yang tidak sesuai, pasti warranty akan gugur, tapi hanya warranty yang terkait ya,” kata Sugi.

(lua/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.