Denda Tilang Ternyata Bisa Ada Kembaliannya, Bagaimana Cara Mengambilnya?

Jakarta

Pelanggar lalu lintas biasanya membayar denda tilang maksimal melalui bank. Namun ketika diputuskan hakim, dendanya tidak selalu berlaku maksimal artinya ada kembalian atau sisa uang dari penilangan tersebut.

Pemerhati Masalah Transportasi dan Hukum, Budiyanto menjelaskan aturan penitipan denda maksimal sudah diatur sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pengendara yang melanggar bisa tidak mengikuti sidang. Tapi denda tilang dibayarkan melalui bank, kemudian dokumen kendaraan yang disita petugas dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

“Dalam perkara penyelesaian terhadap pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan diperiksa menurut acara cepat. Penyidik demi hukum dapat langsung mengirim berkas ke pengadilan, termasuk menghadirkan terdakwa, saksi, barang bukti dan juru bahasa. Pengadilan dapat memutuskan besaran denda tilang tanpa kehadiran pelanggar,” kata Budiyanto dalam keterangannya dikutip Selasa (23/8/2022).

Saat putusan pengadilan menetapkan dendanya lebih kecil dari denda maksimal, misalnya tidak memakai helm perlu membayar Rp 500 ribu. Hakim memutuskan besaran denda di bawah angka tersebut.

Pelanggar sebenarnya bisa mengambil kembalian dari denda tersebut. Pengembalian atau pengambilan sisa denda kebanyakan diambil oleh inisiatif pelanggar sendiri. Mantan Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya ini mengatakan penyidik atau penindak bertanggungjawab memberi informasi terkait sisa uang dari penilangan tersebut.

“Timbul suatu pertanyaan bagaimana apabila putusan pengadilan memutuskan besaran denda lebih kecil dari denda yang dititipkan ke bank? hal ini harus segera diberitahu oleh penyidik untuk menyampaikan ke pelanggar untuk mengambil sisa denda tersebut di kantor kejaksaan sebagai eksekutor,” kata dia.

Budiyanto mengatakan hal tersebut sesuai dengan UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, pasal 268 ayat 1 yang berbunyi:

“Dalam hal putusan pengadilan menetapkan pidana denda lebih kecil daripada uang denda yang dititipkan, sisa uang denda harus diberitahukan kepada pelanggar untuk diambil,”

Lalu ke mana jika sisa kembalian denda tilang tak diambil pelanggar?

Jika sisa kembalian denda tak diambil pelanggar dalam kurun waktu satu tahun, maka uang tersebut akan disetorkan ke kas negara. Hal ini tertuang alam pasal 268 ayat 2:

“Sisa uang denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang tidak diambil dalam waktu 1 (satu) tahun sejak penetapan putusan pengadilan disetorkan ke kas negara,”

Lalu bagaimana mengambil sisa atau kembalian dari tilang tersebut?

Berikut tahapan cara ambil kelebihan denda tilang dilansir dari website e-Tilang Kejaksaan https://tilang.kejaksaan.go.id/ :

1. Lihat putusan Denda dan Biaya Perkara Tilang
Masukkan No Register Tilang sesuai berkas untuk melihat besar denda. Periksa kembali data putusan. Pastikan No Register, nama pelanggar dan jumlah titipan telah sesuai.

2. Periksa sisa titipan
Sistem akan menginformasikan jumlah sisa titipan yang bisa diambil. Hubungi petugas tilang Kejaksaan, jika terdapat ketidaksesuaian data titipan. Jika sesuai, maka klik tombol AMBIL SISA TITIPAN

3. Unduh surat pengantar ke Bank BRI
Anda dapat mengunduh Surat Pengantar ke Bank BRI, untuk mengambil sisa titipan.

4. Ambil sisa titipan di cabang Bank BRI terdekat
Tunjukkan surat pengantar tersebut ke teller bank. Pihak bank akan melakukan verifikasi data. Dan jika sesuai, maka sisa titipan langsung diserahkan ke Pelanggar.

Simak Video “Kecelakaan Gegara Jalan Tol Rusak, Pengendara Bisa Tuntut Ganti Rugi
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.