Dianggap Tertinggal dari Bus-bus Eropa, Begini Komentar Hino Indonesia

Jakarta

Hino menjadi pemain utama di industri transportasi bus Indonesia. Namun tidak dipungkiri, bus merek Jepang ini masih kalah dengan bus-bus Eropa yang kini semakin populer di Indonesia dengan model-model sasis premiumnya. Bagaimana respons Hino Indonesia menanggapi pandangan tersebut?

Dijelaskan Head of GSO and Bus PT Hino Motors Sales Indonesia (HSMI), Anton Nugroho, saat ini produk-produk bus terbaru Hino Indonesia sudah punya beberapa fitur dan teknologi yang kiblatnya ke arah brand-brand Eropa.

“Ya memang ketika kita menghadirkan produk kita yang Euro4 ini, arah atau kiblat kita sudah ke arah European Brand,” kata Anton dalam ‘Talkshow With Bismania Community’ di arena GIIAS 2022, ICE-BSD City, Tangerang.

“Makanya beberapa fitur–seperti yang sudah saya sampaikan–ketika kita bicara ECAS, terus mengenai control system, belum lagi kita memiliki teknologi baru, piston yang dibuat dari ferrum casting ductiles. Itu kita sudah berusaha sebisa mungkin untuk meningkatkan citra (bahwa) bus Jepang ini bisa disejajarkan dengan bus dari Eropa,” sambung Anton.

Lanjut Anton menambahkan, bus-bus Hino Indonesia kini juga punya fitur konektivitas yang sangat berguna untuk pemilik Perusahaan Otobus memantau operasional bisnis transportasinya.

“Selain fitur-fitur dan teknologi, kita juga sudah mulai sematkan di dalam bus, baik dari fitur Hino Connect, terus buat para pengguna dan owner juga ada fitur My Hino. Jadi benar-benar sebisa mungkin kita memberikan kemanjaan kepada para pemilik, penumpangnya, penggunanya,” tambah Anton.

Selanjutnya, beberapa produk bus terbaru Hino kini juga sudah memiliki fitur rem Anti-lock Braking System (ABS), lalu suspensi udara atau Air Suspension, hingga sistem transmisi otomatis yang disematkan pada model baru Hino GB 150 AT.

Namun semua fitur-fitur itu tentunya belum cukup memenuhi hasrat pecinta bus di Indonesia. Agar bisa bersaing dengan merek-merek premium layaknya Volvo, Scania, Mercedes-Benz, atau MAN, di masa depan Hino tentunya harus melahirkan produk sasis bus baru dengan kapasitas mesin besar, dimensi lebih panjang, serta menggunakan tiga as roda alias triple axle.

Armada bus double decker PO Rosalia IndahHino Indonesia belum memiliki sasis triple axle seperti bus-bus Eropa (Foto: Luthfi Anshori/detikOto)

Simak Video “Penampakan Truk Listrik Hino, Charge Sejam Mampu Jalan 100 Km
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.