Ekspor mobil Korsel naik didorong popularitas mobil ramah lingkungan

Jakarta (ANTARA) – Ekspor mobil Korea Selatan (Korsel) melonjak sebesar 35,9 persen pada Agustus tahun ini karena permintaan global yang cepat untuk mobil ramah lingkungan, dikutip dari laporan Yonhap yang disiarkan pada Jumat (16/9) waktu setempat.

Baca juga: Presiden Jokowi dorong investasi Korsel di industri mobil listrik RI

Nilai pengiriman mobil keluar Korea Selatan mencapai 4,12 miliar dolar AS bulan lalu, menjadikannya angka terbesar yang pernah ada untuk bulan Agustus, menurut data dari Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan.

Dalam hal volume, total sebanyak 168.155 kendaraan telah terjual pada bulan lalu atau naik 29,1 persen dari tahun sebelumnya, tambah keterangan dari Kementerian tersebut.

Berdasarkan negara, ekspor mobil Korsel ke Amerika Utara melonjak 66,8 persen menjadi 20,29 miliar dolar AS, dan ekspor ke negara-negara Asia dan Timur Tengah masing-masing melonjak 98,7 persen dan 35,6 persen dalam setahun. Namun, ekspor ke Uni Eropa turun 8,8 persen dalam setahun menjadi 517 juta dolar AS.

Baca juga: Kia bangun pabrik kendaraan listrik multiguna di Korea

Meningkatnya permintaan untuk kendaraan ramah lingkungan juga memimpin pertumbuhan secara keseluruhan. Nilai ekspor mobil ramah lingkungan melonjak 45,7 persen pada Agustus tahun ini menjadi 1,22 miliar dolar AS. Sebanyak 40.215 unit terjual bulan lalu atau naik 47 persen dari tahun sebelumnya.

Mobil ramah lingkungan menyumbang 29,6 persen dari total ekspor mobil Korsel dalam hal nilai pada Agustus. Ekspor suku cadang mobil juga meningkat 14,5 persen pada tahun ini menjadi 1,81 miliar pada bulan lalu.

Produksi kendaraan dalam negeri juga tumbuh 21 persen secara tahunan menjadi 284.361 unit pada Agustus karena krisis chip otomotif di tengah pandemi COVID-19 sedikit berkurang.

Data menunjukkan bahwa produksi mobil Korsel terus meningkat dari tahun ke tahun sejak Mei.

Penjualan domestik mobil juga naik tipis 1 persen, mengakhiri penurunan yang terjadi secara beruntun selama 19 bulan di tengah keterlambatan pengiriman.

Permintaan untuk merek asing melonjak 9,1 persen menjadi 27.045 unit, khususnya mobil listrik seperti merek Tesla. Merek domestik menjual 104.593 mobil jika ditotal, turun 1,0 persen dalam setahun.

Baca juga: Kia targetkan jual 25.000 unit SUV Niro di Korea Selatan tahun ini

Baca juga: Upaya agar kendaraan listrik “mengaspal” di Indonesia

Baca juga: Produsen mobil impor akan bawa 53 model listrik ke Korsel pada 2023

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.