Fenomena Istri Ikut ‘Nyopir’ Truk Bareng Suami, Pengusaha Risau!

Jakarta

Ada fenomena istri ikut ‘nyopir’ truk bareng suami. Kondisi ini terbilang unik, lantaran tantangan yang harus dihadapi sopir truk sangat berat. Mulai dari durasi perjalanan yang panjang, hawa panas, dan ancaman keselamatan selama perjalanan.

Meski niat baik para istri ini patut diacungkan jempol, rupanya hal ini tidak membuat para pengusaha senang. Seperti yang disampaikan salah satu pengusaha jasa logistik PT Amanta Jaya, Fauzi Ismi Pandapotan, saat dihubungi detikOto.

“Kalau menurut saya, saya kurang setuju dengan istri sopir ikut (ikut bekerja mengantar atau bekerja),” ucap singkat Fauzi.

Tentu pendapat Fauzi ini bukan tanpa alasan, karena menurut Fauzi jika istri ikut dalam bekerja bisa membahayakan.

“Apabila saat terjadi salah paham atau berantem di jalanan itu bisa membahayakan armada kita. Untuk itu kita menyarankan sopir untuk tidak membawa istrinya, dan kita juga menyarankan untuk mengontrak rumah bersama istrinya, jadi saat istriahat tidak istirahat di mobil, dan mereka bisa hidup dikontrakan tersebut,” katanya.

Truk tak hanya sebagai alat pengakut barang, tapi bisa juga dijadikan sebagai media untuk berekspresi. Visualisasi suara hati. Ini buktinya. Banyak Kendaraan Truk dihiasi lukisan atau kata-kata unik yang menghibur bagi pengendara lainnya. Truk dengan lukisan itu mudah ditemukan sepanjang jalan utama perdagangan di Jawa dan Sumatera.Ilustrasi Truk tak hanya sebagai alat pengakut barang, tapi bisa juga dijadikan sebagai media untuk berekspresi. Visualisasi suara hati. Ini buktinya. Banyak Kendaraan Truk dihiasi lukisan atau kata-kata unik yang menghibur bagi pengendara lainnya. Truk dengan lukisan itu mudah ditemukan sepanjang jalan utama perdagangan di Jawa dan Sumatera. Foto: Agung Pambudhy

“Jadi fenomena ini saya kurang setuju, karena bisa membahayakan sopir dan kendaraan kami, kalau terjadi konflik rumah tanga mereka bisa membahayakan,” Fauzi menambahkan.

Fauzi menambahkan, selama dirinya memiliki usaha jasa logistik, di saat dirinya mengetahui bahwa salah satu sopir truk atau karyawan dirinya tengah memiliki masalah rumah tangga, maka dirinya akan meminta karyawannya untuk libur.

“Jadi pernah, sopir saya ada masalah dengan rumah tangganya, saya akhirnya menyarankan sopir tersebut untuk tidak jalan dulu, karena kalau dipaksakan jalan bisa membahayakan, karena sering melamun di jalan atau tidak konsentrasi saat berkendara, untuk itu saya coba benar-benar mengatur jadwal sopir dengan baik dan jelas,” Fauzi menambahkan.

Simak Video “Ogah Masuk Jembatan Timbang, Sopir Truk Ini Emosi dan Nyaris Tabrak Petugas
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.