Gitu Dong! SPBU Pertamina Mulai ‘Galak’, Berani Larang Alphard Isi Pertalite

Jakarta

Pemerintah sudah menaikkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan non subsidi dengan alasan harga BBM yang terus melambung tinggi. Kini Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) sudah mulai menerapkan siapa saja yang berhak mendapatkan bensin subsidi dari pemerintah.

Tim detikOto pun mencoba mencari tahu apakah SPBU Pertamina kini sudah mulai disiplin dalam menerapkan siapa yang berhak mendapatkan BBM subsidi.

Dengan mengendarai Toyota Alphard kelahiran 2018, tim detikOto pun menyambangi salah satu SPBU Pertamina di wilayah Jati Asih, Bekasi Jawa Barat. Dengan berlaga tidak tahu, tim detikOto pun menghampiri nozzle atau tempat pengisian Pertalite.

Saat mobil terparkir di depan Nozzle Pertalite, seorang petugas dengan segera langsung menghampiri tim detikOto, dengan mengatakan bahwa mobil yang dikendari tidak berhak untuk melakukan pengisian Pertalite.

“Maaf mas tidak bisa mengisi Pertalite, cc-nya lebih dari 1.500cc,” ujar petugas SPBU kepada Tim detikOto.

Antrean tersebut terkait adanya isu rencana pemerintah menyesuaikan harga BBM jenis Pertalite dan Solar bersubsidi per tanggal 1 September 2022.Ilustrasi antrean tersebut terkait adanya isu rencana pemerintah menyesuaikan harga BBM jenis Pertalite dan Solar bersubsidi per tanggal 1 September 2022. Foto: ANTARA FOTO

Akhirnya Tim detikOto pun beralih melakukan pengisian BBM non subsidi.

Dalam pemberitaan detikOto, Wacana pembatasan mobil pengguna Pertalite telah mencuat dalam satu bulan terakhir. Kabarnya, dengan adanya pembatasan hanya kendaraan kriteria tertentu yang masih boleh mengisi Pertalite.

Kriteria itu disebut tengah disusun pemerintah, tujuannya agar penyaluran BBM Pertalite yang kini mendapat subsidi lebih tepat sasaran. Tapi sampai saat ini, belum ada kriteria ataupun persyaratan khusus bagi masyarakat untuk membeli Pertalite.

Di sisi lain, Pertamina sebagai penyalur BBM subsidi telah meminta pengguna Pertalite untuk mendaftarkan kendaraannya ke link tersedia. Setelah mendaftar, pengguna Pertalite bakal mendapatkan QR Code dan bisa digunakan untuk bertransaksi. Baru-baru ini, Pertamina telah melakukan uji coba penggunaan QR Code di sejumlah SPBU. Lalu apakah pembelian Pertalite sudah mulai dibatasi?

“Sementara belum dilakukan pembatasan,” tegas Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting saat dikonfirmasi detikcom.

Kata Irto, konsumen masih dengan bebas membeli Pertalite. Bagi yang telah mendapatkan QR Code, maka bisa menggunakannya untuk bertransaksi. Sedangkan bila sudah mendaftar tapi belum mendapatkan QR Code, petugas SPBU akan mencatat pelat nomor mobil kamu.

“Agar terdata di sistem kendaraan yang mengisi BBM subsidi,” kata Irto soal pencatatan pelat nomor kendaraan pembeli Pertalite.

Tak lupa, ia meminta kepada pengguna BBM subsidi baik berjenis Pertalite ataupun solar yang belum mendaftar agar bisa langsung mengisi data di laman subsiditepat.mypertamina.id. Atau kalau merasa bingung mengisinya, konsumen bisa langsung mendatangi SPBU yang telah ditetapkan.

Untuk mempermudah proses pendaftaran khususnya mobil pribadi, ada sejumlah dokumen yang bisa kamu siapkan dengan rincian sebagai berikut.

1. Foto KTP
2. Foto Diri
3. Foto STNK Depan dan Belakang (Dibuka)
4. Foto Kendaraan Tampak Semua (Tampang Depan dan Sisi)
5. Foto Nomor Polisi Kendaraan

Simak Video “Sri Mulyani Sebut September Stok Pertalite Bisa Habis
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.