Hartanya Naik Rp 12,5 M dalam 2 Tahun, Mobil Gubernur Papua Lukas Enembe Juga Bertambah

Jakarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka terkait dugaan suap dan gratifikasi Rp 1 miliar.

Hal itu juga turut membuat harta kekayaan Lukas Enembe menjadi sorotan. Mengacu pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan Lukas Enembe meningkat hingga Rp 12.594.214.580 dalam kurun waktu dua tahun.

Pertama pada tahun 2019, Lukas melapor memiliki harta kekayaan senilai Rp 21.190.182.290. Kemudian pada tahun 2021, harta kekayaannya menjadi Rp 33.784.396.870.

Dari harta kekayaan itu, terlihat pada bagian alat transportasi dan mesin ikut bertambah sejak tahun 2020. Pada tahun 2019, Lukas melapor hanya memiliki Toyota Fortuner 2007 dan Honda Jazz 2007. Keduanya dilaporkan diperoleh dari hasil sendiri. Toyota Fortuner itu ditaksir memiliki nilai Rp 300.000.000 dan Honda Jazz Rp 150.000.000. Jika ditotal, alat transportasi Lukas bernilai Rp 450.000.000.

Lalu pada tahun 2020, alat transportasi dan mesin yang dilapor Lukas bertambah dua. Kedua mobil itu adalah Toyota Land Cruiser 2010 dan Toyota Camry 2010. Bila melihat tahunnya, jelas bukan mobil baru namun merupakan salah satu model mewah.

Pun demikian harganya tidak sefantastis model barunya. Toyota Land Cruiser lansiran 2010 Lukas ditaksir punya harga Rp 396.953.600. Kemudian untuk Toyota Camry 2010 nilai Rp 85.536.000. Jika ditotal keempat alat transportasi dan mesin Lukas mencapai Rp 932.489.600.

Berlanjut pada tahun 2021, tidak ada penambahan alat transportasi pada LHKPN yang disampaikan pada 31 Maret 2022 itu. Lukas terlihat masih memiliki empat mobil dengan nilai Rp 932.489.600.

Nilai alat transportasi dan mesin itu belum seberapa karena harta paling banyak berupa kas dan setara kas senilai Rp 17.985.213.707. Harta terbesar kedua berupa tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp 13.604.441.000.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata juga menyebutkan bahwa rekening yang dimiliki Lukas Enembe bernilai fantastis. KPK masih mendalami apakah uang puluhan miliar rupiah yang ada di rekening Lukas Enembe itu merupakan hasil suap.

“Kita lihat apakah uang yang tertampung di dalam rekening-rekening itu bagian dari suap juga,” ungkapnya.

KPK saat ini juga masih mendalami perihal apakah dugaan suap yang diterima Lukas Enembe mencapai puluhan miliar rupiah.

Alex melanjutkan, rekening yang menampung uang miliaran rupiah tersebut kini sudah diblokir Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Simak Video “KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Gubernur Lukas Enembe ke Rumah Judi
[Gambas:Video 20detik]
(dry/lth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.