Jokowi Minta Anak Buah Pakai Kendaraan Listrik, Tempat Ngecasnya Sudah Siap?

Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Instruksi Presiden No. 7 Tahun 2022. Kebijakan itu memerintahkan pemerintah pusat dan daerah menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas.

Namun, untuk mendukung kendaraan listrik dibutuhkan fasiitas pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). Apakah fasilitas pengisian baterainya sudah siap?

Presiden Jokowi pun memerintahkan kementerian terkait untuk menyiapkan hal ini. Kepada Menteri Perindustrian, Jokowi meminta melakukan percepatan produksi peralatan pengisian daya (charging station) dan komponen penunjang industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle).

Selain itu, Jokowi juga meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dalam rangka mendukung konektivitas transportasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di dalam kota/kabupaten maupun antarkota/kabupaten antarprovinsi.

Menteri ESDM juga diarahkan untuk memberikan kemudahan dan percepatan perizinan berusaha SPKLU dan SPBKLU melalui optimalisasi Sistem Online Single Submission, penyediaan sarana dan prasarana pemeriksaan dan pengujian SPKLU. Jokowi juga meminta agar diberikan insentif tarif listrik untuk pengusaha Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). Menteri ESDM diinstruksikan untuk mengoordinasikan penetapan lokasi dan infrastruktur penunjang ketenagalistrikan untuk penempatan SPKLU dan SPBKLU.

Kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jokowi mengarahkan untuk mendorong mendorong PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) bersinergi dengan Badan Usaha Milik Negara terkait lainnya untuk menyiapkan infrastruktur pendukung berupa SPKLU dan SPBKLU. Tempat pengecasan baterai kendaraan listrik disiapkan di sektor-sektor yang dikelola oleh BUMN antara lain tempat istirahat (rest area) jalan tol, bandar udara, pelabuhan, stasiun kereta api, kawasan pariwisata, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)

Sementara itu, berdasarkan catatan Kementerian ESDM saat ini sudah ada lebih dari 300 unit SPKLU di 279 lokasi publik di Indonesia. Sementara SPBKLU atau battery swap station sudah tersedia sebanyak 369 unit. Termasuk di antaranya SPKLU di destinasi pariwisata, misalnya dalam rangka Presidensi G20 telah dibangun 24 Charging Station di 17 Lokasi di Pulau Bali (2 di antaranya adalah unit Ultra Fast Charging 200 kW).

Pemerintah sendiri memiliki peta jalan dengan rencana pembangunan SPKLU di 2.400 titik dan SPBKLU di 10 ribu titik sampai dengan tahun 2025.

Simak Video “Saat Mantan Insinyur Mercy Turun Tangan Bikin Gerobak Listrik
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.