Kecelakaan Maut Bus di Wonosobo, Jalur Rawan buat yang Tak Kuasai Medan

Jakarta

Kecelakaan maut melibatkan bus pariwisata di Wonosobo, Jawa Tengah. Peristiwa ini terjadi di turunan Pasar Kertek, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (10/9/2022) dini hari.

Kecelakaan melibatkan bus pariwisata dengan nomor polisi N 7944 US, dua mobil pikap, mobil Toyota Kijang Innova dan Nissan Livina. Akibat dari kecelakaan ini, tujuh orang meninggal dunia dan beberapa korban lainnya dilarikan ke rumah sakit.

Pengamat transportasi yang juga Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno mengatakan, lokasi kecelakaan maut itu memang rawan. Terlebih bagi pengendara yang belum menguasai medan.

Belum lama ini, Djoko mengatakan dirinya bersama tim dari PT Jasa Raharja dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Jalan dan Perkeretaapian (Pusjaka) Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan melakukan Survei Lapangan Analisis Kebijakan Evaluasi Pedoman Keselamatan pada Lokasi Rawan Kecelakaan (Red Zone Marking) di ruas ini.

“Dari hasil wawancara dengan sejumlah pengemudi mengatakan jalur ini berbahaya bagi yang belum pernah lewat. Sedangkan bagi pengemudi yang terbiasa melewati jalur ini ini lebih berhati-hati dan mampu mengendalikan kendaraannya. Rambu dan marka cukup memadai serta sudah dibangun jalur penyelamat,” kata Djoko dalam keterangan tertulisnya.

Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Prasetyopuspito mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diduga bus pariwisata mengalami rem blong. Sopir bus juga mengaku belum hafal medan. Meski sebelumnya mengaku pernah pergi ke Wonosobo namun menggunakan kendaraan kecil.

“Faktor lain karena sopir ini tidak tahu medan. Dia tadi menyampaikan pernah ke Wonosobo tapi pakai mobil biasa. Kalau nyopir bus ke Wonosobo baru ini,” jelas Eko.

Padahal, menurut Djoko, sebelum jalan menurun sudah terpasang marka bertuliskan “ZONA BAHAYA KURANGI KECEPATAN GUNAKAN GIGI RENDAH”dan rambu bertuliskan “TURUNAN PANJANG GUNAKAN GIGI RENDAH SEKARANG”. Marka dan rambu itu bukan sekadar pajangan, tapi harus diikuti pengendara agar selamat.

Simak Video “Ringseknya Kendaraan Terlibat Kecelakaan Maut di Tol Batang
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

2 comments

  1. When Iinitially commented I clicked the “Notify me when new comments are added” checkbopx
    and now ezch time a comment is aded I geet four e-mails wjth the same comment.
    Is therre any waay youu can remove pople frrom that service?
    Appreciate it!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.