Kenaikan Harga BBM Jadi Momentum Beralih ke Kendaraan Listrik

Suara.com – Pemerintah telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak(BBM) bersubsidi akibat melonjaknya harga minyak dunia. Situasi ini bisa dijadikan sebagai momentum untuk beralih ke kendaraan rendah emisi.

Diperbincangkan dalam pameran otomotif GAIKINDO Indonesi International Auto Show atau GIIAS 2022 seri Surabaya atau GIIAS The Series Surabaya 2022, penggunaan kendaraan rendah emisi mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

“Meningkatnya minat masyarakat ke kendaraan rendah emisi juga dapat mengurangi konsumsi BBM dan melakukan diversifikasi energi. Sehingga dapat mengurangi ketergantungan Indonesia akan harga minyak global,” jelas Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier mewakili Menteri Perindustrian di GIIAS The Series Surabaya 2022, Kamis (15/9/2022).

Pengunjung mengamati mobil listrik Daihatsu Ayla EV yang dipamerkan pada ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Sabtu (13/8/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Mobil listrik Daihatsu Ayla EV di GIIAS 2022, ICE BSD City, Tangerang, Banten, Sabtu (13/8/2022). Sebagai ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]

Dirjen ILMATE mengemukakan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan GIIAS. Asosiasi aau gabungan para pelaku industri ini dinilainya mampu memberikan informasi dan edukasi kepada para pengunjung pameran tentang keunggulan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Baca Juga:
Konsumsi BBM Satu Unit Mobil Rata-Rata Tembus 1.500 Liter Setiap Tahun

“Pada penyelenggaraan GIIAS 2022 di ICE, BSD City beberapa waktu lalu, terdapat tren kenaikan yang cukup signifikan dari masyarakat yang tertarik untuk memiliki kendaraan teknologi elektrifikasi (xEV). Baik kendaraan berjenis hybrid sampai kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB),” tukasnya.

Besarnya animo masyarakat bisa dilihat dari terjualnya 1.594 unit kendaraan xEV dengan rincian 1.274 unit BEV/ KBLBB dan 320 unit kendaraan hybrid. Penjualan ini jauh lebih besar daripada penjualan EV selama satu tahun periode 2021.

Kemenperin juga memberikan apresiasi pada gelaran GIIAS 2022 di ICE, BSD City, yang dihadiri hingga 385 ribu pengunjung. Jumlah transaksi sebesar Rp 11,74 triliun untuk pembelian sebanyak 26.658 unit kendaraan.

Menurut Taufiek Bawazier, industri otomotif menjadi kontributor utama terhadap sektor industri alat angkutan. Saat ini, telah memiliki total 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat.

Baca Juga:
Jadi Pasangan Abadi, Kereta Merta Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip Miliki Beberapa Kesamaan

“Industri kendaraan bermotor roda empat memiliki total investasi sebesar Rp139,37 triliun, dan kapasitas produksi sebanyak 2,35 juta unit per tahun,” lanjutnya.

Industri otomotif ini menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang, serta lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai pasok otomotif dari tier-1 sampai tier-3. Sektor ini juga mampu memberikan devisa yang signifikan melalui pencapaian ekspor.

“Kinerja ekspor industri otomotif Indonesia sampai Juli 2022 mencapai 238 ribu unit kendaraan CBU dengan nilai sebesar 2,95 miliar dolar Amerika Serikat (AS), kemudian ekspor 60 ribu set kendaraan CKD dengan nilai sebesar 71,159 juta dolar AS, dan ekspor 10,27 juta pieces komponen dengan nilai 1,18 miliar dolar AS,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.