Kenapa Sih Pengendara Harley-Davidson Suka Ngebut?

Jakarta

Pengendara motor gede (moge) seperti Harley-Davidson di Indonesia sering dicap arogan. Sebab, bikers Harley-Davidson sering kali melaju dengan kecepatan tinggi. Kenapa mereka suka ngebut?

Boyke Soerianata, Teknisi Senior asal Indonesia yang kini berkarier di Harley-Davidson Amerika berbagi cerita. Menurutnya, memang di Indonesia ada kecemburuan sosial terhadap pengendara moge Harley-Davidson.

“Intinya di Indonesia itu jalannya kecil, dan banyak teman-teman kita motor-motor kecil, kendaraan-kendaraan kecil. Itu ada bad way adalah kecemburuan sosial. Banyak teman-teman yang bilang Harley-Davidson mah arogan. Kalau setiap ada jalan maunya duluan. Betul itu (ada) kecemburuan sosial,” kata Boyke saat berbincang dengan detikcom belum lama ini.

Pria yang sudah menetap di Sacramento, California, Amerika Serikat, itu bilang ada alasan mengapa motor Harley-Davidson tidak bisa macet-macetan. Yaitu karena motor Harley-Davidson masih memakai teknologi lama dengan mesin berpendingin udara atau air-cooled engine.

“Teman-teman yang belum tahu tentang Harley-Davidson, Harley-Davidson itu adalah olds technology, air-cooled engine. Dia pendinginan mesinnya itu hanya mengandalkan udara. Jadi dia harus jalan. Kalau diam sangat panas dan memang kalau ada congestion (kepadatan lalu lintas) dia harus jalan,” jelasnya.

Well, iya sih kalau dilihat dari kecemburuan sosial memang salah. Aku juga nggak tahu nih teman-teman cara pandangnya kita berbeda. Tapi aku approach-nya, ngasih pengetahuannya adalah tolong pahami motor ini. Motor in cc besar, air-cooled engine, dan berat paling terberat. Jadi kalau rider-nya berhenti, jalan, berhenti jalan, itu kadang-kadang suka lupa nginjek ini (aspal) jatuh akhirnya. Kalau sudah jatuh susah ngebanguninnya,” katanya.

Sementara itu, motor Harley-Davidson juga identik dengan suaranya yang besar. Di Indonesia, suara besar dari mesin Harley-Davidson sering dipandang negatif. Menurut Boyke, suara besar itu memang dari karakter motornya.

“Di Amerika beda lagi. Di Amerika kalau tentang suara, ada slogan loud pipe save lives. Sebesar-besarnya suara (mesin moge) di jalan raya itu akan menyelamatkan nyawa. Motor adalah angka kecelakaan terbanyak. Tapi (kebanyakan) motor-motor sport-nya karena nggak kedengaran. Dan sekali tabrakan impact-nya kencang. Kalau Harley-Davidson, kita naik mobil kedengaran dari belakang ada motor tuh,” ujarnya.

Tonton selengkapnya video wawancara detikOto dengan Boyke Soerianata, ‘Dokter’ Harley Asal RI di AS:

[Gambas:Youtube]

(rgr/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.