Kisah Ratu Elizabeth II Jadi Mekanik saat Perang Dunia

Jakarta

Ratu Elizabeth II punya pengalaman menarik. Saat Perang Dunia, Elizabeth II pernah menjadi mekanik. Hal itu dia lakukan untuk melayani negaranya.

Ketika Pertempuran Inggris terus-menerus terjadi, banyak warga Inggris yang membantu upaya perang. Saat itu, dikutip dari Biography, Putri Elizabeth yang masih muda ingin melakukan bagiannya.

Namun, orang tua Elizabeth menentang keras. Raja George VI dan Elizabeth sang Ibu Suri, sangat protektif terhadap dua putri mereka, Elizabeth dan Margaret. Mereka melarang anggota keluarga kerajaan bergabung dengan militer.

Butuh satu tahun perdebatan sebelum keluarga kerajaan mengalah dan memberi izin kepada putri sulung mereka yang berusia 19 tahun untuk bergabung. Pada bulan Februari 1945, calon raja Inggris tersebut bergabung dengan Layanan Wilayah Pembantu wanita dan terdaftar sebagai orang yang dilantik No. 230873 dengan nama Elizabeth Windsor. Anggota Auxiliary Territorial Service berperan sebagai segalanya mulai dari penembak anti-pesawat, pengemudi hingga mekanik.

Putri Elizabeth saat itu memilih mekanik. Dia menjalani kursus pelatihan mekanik mobil selama enam minggu di Aldershot di Surrey. Pada bulan Juli, dia telah naik dari pangkat Subaltern Kedua menjadi Komandan Junior. Dia belajar cara mendekonstruksi, memperbaiki dan membangun kembali mesin serta mengganti ban. Elizabeth juga belajar cara mengemudikan setiap jenis alat berat yang dia kerjakan, termasuk jip, truk, dan ambulans.

UNITED KINGDOM - CIRCA 1945:  Princess Elizabeth (born in 1926), future queen Elizabeth II of England, learning how to change a car wheel as an auxiliary-officer of the English Army, 1945.  (Photo by Roger Viollet via Getty Images)UNITED KINGDOM – CIRCA 1945: Princess Elizabeth (born in 1926), future queen Elizabeth II of England, learning how to change a car wheel as an auxiliary-officer of the English Army, 1945. (Photo by Roger Viollet via Getty Images)

Dia lulus tes mengemudi militer, belajar membaca peta dan bekerja memperbaiki mesin. Associated Press pada saat itu menamainya “Princess Auto Mechanic.”

Majalah Collier tahun 1947 mendeskripsikan Putri Elizabeth yang dengan bangga melakukan pekerjaannya sebagai mekanik. “Salah satu kegembiraan utamanya adalah mendapatkan kotoran di bawah kuku dan noda oli di tangannya, dan menunjukkan tanda-tanda ini kepada teman-temannya,” tulisnya.

Meski orang tuanya telah terbukti menolak gagasan dia bergabung dengan militer, mereka sangat bangga dengan putri mereka.

Semasa hidupnya, Ratu Elizabeth II dikenal sebagai pengemudi aktif. Dia bahkan mengajari anak-anak dan cucunya cara mengemudi.

Simak Video “Ratu Elizabeth Wafat, Istana Buckingham Dipenuhi Lautan Manusia
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.