Lamborghini cemaskan krisis energi meski raih untung di semester I

Jakarta (ANTARA) – Chief Executive Lamborghini Stephan Winkelmann memperingatkan perusahaannya untuk mewaspadai tantangan musim dingin dan krisis energi di Eropa meski mereka meraih keuntungan pada semester pertama 2022.

Sepanjang semester pertama, mobil untuk kalangan berdompet tebal itu laku terjual sebanyak 5.090 unit, lapor Reuters pada Selasa.

Kendaraan sport Lamborghini Urus mengalami kenaikan penjualan 4,9 persen dari tahun sebelumnya dan menjadi tulang punggung penjualan dengan kontribusi sebesar 60 persen untuk semua produk Lamborghini.

Baca juga: Lamborghini dapat serap penjualan yang hilang di Rusia via pasar lain

Sedangkan secara total, mereka meraih kenaikan pendapatan hingga 31 persen menjadi 1,3 miliar euro, dan laba yang melonjak hampir 70 persen menjadi 425 juta euro.

Kendati demikian, Stephan Winkelmann mengingatkan perusahaan agar tidak terlena dengan keuntungan tersebut, melainkan mengantisipasi krisis energi yang mengancam Eropa apabila konflik Rusia dan Ukraina terus berlanjut.

Ia juga mengatakan perusahaan telah memiliki cadangan gas alam untuk operasional pabrik apabila Rusia membatasi pasokan gas untuk Eropa. Namun, cadangan gas yang dimiliki pabrik jumlahnya terbatas sehingga pabrik-pabrik di Eropa terancam kekurangan pasokan, demikian Reuters.

Baca juga: Lamborghini investasi 1,8 miliar euro untuk transisi EV

Baca juga: Lamborghini dilaporkan akan hadirkan versi listrik dari SUV Urus

Baca juga: Huracan dan Audi R8 di-“recall” akibat takaran cairan tidak sesuai

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.