Lebih Dekat dengan Sedan Mewah Buat Mantan Presiden dan Wakil Presiden

Jakarta

Toyota Crown 2.5 HV G-Executive tidak hanya digunakan oleh para menteri di jajaran Kabinet Indonesia Maju. Mantan Presiden dan Wakil Presiden juga diketahui mendapatkan mobil yang sama untuk melaksanakan tugas kemasyarakatan.

Pengadaan mobil untuk mantan presiden dan wakil presiden itu sudah sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administrasi Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Sekadar kilas balik, Toyota Crown 2.5 HV G-Executive dipilih pemerintah sebagai kendaraan dinas para menteri dan pejabat setingkat. Mobil terpilih usai PT Astra International Tbk-TSO melakukan lelang. Total ada 101 unit Toyota Crown 2.5 HV G-Executive itu untuk para pejabat dengan total nilai lelang Rp 147.229.317.000.

Tapi tak seperti mobil presiden dan wakil presiden yang dilengkapi beragam fitur keamanan nomor wahid, pihak Toyota mengaku tidak ada yang spesial dalam Crown 2.5 HV G-Executive. Lantas, apa istimewanya sedan ini?

Pastinya, mobil ini tidak bisa dimiliki sembarang orang di Indonesia. PT Toyota Astra Motor selaku Agen Pemegang Merek (APM) Toyota di Tanah Air pun tidak membuka pemesanan Crown 2.5 HV G-Executive. Mobil ini menggantikan Crown Royal Saloon yang dianggap sudah tidak layak menemani para pejabat beraktivitas.

Mobil juga sudah ramah lingkungan. Mobil ini menggendong teknologi hybrid dengan menggabungkan mesin A25A-FXS berkapasitas 2.500 cc dengan motor listrik. Bila digabung, tenaga yang dihasilkan Toyota Crown HV G-Executive ini sebesar 226 PS. Mesin konvensionalnya punya torsi maksimal 221 Nm pada 3.800-5.400 rpm. Sementara torsi dari motor listrik sebesar 300 Nm.

Didatangkan langsung dari Jepang pada tahun 2019, mobil ini sudah dilengkapi ragam fitur untuk memanjakan para penumpangnya di dalam. Dari sisi fitur, Toyota sendiri sudah membekali Crown dengan beragam fitur seperti Pre-Collision Safety System yang bisa mendeteksi pejalan kaki dan juga pesepeda, Dynamic Radar Cruise Control, Lane Tracing Assist, Automatic High Beam, Adaptive High Beam System, dan Road Sign Assist.

Soal perawatan, tidak jauh berbeda dengan mobil Toyota milik konsumen pada umumnya. Namun perawatannya dilakukan setiap 6 bulan sekali. Biaya perawatannya pun tidak jauh berbeda dengan mobil konvensional pada umumnya.

Simak Video “Tren Bergeser, Toyota Bikin Mobil Pejabat Model Crossover
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.