Lebih Sering di Rumah, Asuransi Mobil Masih Perlu?

Suara.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, yang diperpanjang pemerintah sejak 3 hingga 9 Agustus 2021, memaksa mobil semakin sering berdiam di rumah. Lalu, salah satu pertanyaan penting, apakah masih perlu asuransi kendaraan jika mobil jarang digunakan?

Perusahaan asuransi Lifepal mengatakan meski kendaraan pribadi jadi jarang digunakan untuk bepergian dan terparkir lama di garasi rumah, bukan berarti pemilik kendaraan tidak membutuhkan asuransi mobil, berikut alasannya :

  • Butuh karena risiko hilang itu tetap ada
    Risiko mengalami kehilangan atau kerusakan mobil harus dihadapi setiap pemilik kendaraan, sekalipun mobil hanya berada di dalam garasi.

    Dengan asuransi mobil, tentu saja dapat memberikan rasa tenang kepada pemiliknya ketika meninggalkan kendaraan di garasi. Karena jika hilang, pemilik tetap bisa mencairkan uang pertanggungan dari asuransi.

    Kehilangan kendaraan tentu sama halnya dengan kehilangan tabungan dalam jumlah yang tidak sedikit.

  • Pilih TLO
    Bila mobil memang jarang dipakai, Anda bisa membeli asuransi mobil jenis Total Loss Only (TLO), yang memiliki premi lebih murah dari All Risk. Meski begitu, pemilik bisa mengajukan klaim jika mobil hilang dicuri atau rusak parah.

    Meski pakai embel-embel loss (hilang), tapi risiko yang ditanggung bukan sekadar kehilangan kendaraan karena aksi criminal tapi juga kerusakan. Cuma, kerusakan yang ditanggung dalam asuransi TLO ini sekurang-kurangnya 75 persen.

    Kerusakan 75 persen itu sengaja jadi patokan karena bisa dipastikan kendaraan itu dalam kondisi rusak parah yang tak mungkin lagi digunakan. Kendaraan sebagai alat mobilitas sudah tak dapat difungsikan meski sejatinya kendaraan itu masih ada.

    Pada pokoknya, cara kerja asuransi kendaraan jenis TLO adalah menjamin kerugian bila kendaraan mengalami kecelakaan dengan kerusakan di atas 75 persen, kendaraan terbakar, hilang akibat dicuri maupun perampasan paksa.

  • Alokasi dana untuk perawatan mobil
    Mobil tetap butuh perawatan. Seperti, harus dipanasin agar aki tidak soak, harus tetap ganti oli sesuai jadwal. Karena itu, pemilik harus tetap mengalokasikan dana untuk perawatan kendaraan.

    Untuk lebih mudah dalam alokasikan dana, pisahkan apa saja yang termasuk biaya operasional bulanan dan tahunan.

    Misalnya, untuk pengeluaran bulanan adalah biaya BBM, parkir, dan tol. Biaya ini bisa dialokasikan dari penghasilan bulanan. Sementara itu, untuk pengeluaran tahunan meliputi servis besar hingga pajak mobil dan asuransi yang nominalnya mencapai Rp 8 jutaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.