Masyarakat Diprediksi Bisa Beralih ke Mobil Listrik Dampak Naiknya Harga Bahan Bakar

Masyarakat diprediksi akan bandingkan operasional mobil listrik dan konvensional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Berubahnya harga bahan bakar minyak (BBM) selalu mendapat perhatian sebagian besar lapisan masyarakat. Pekan lalu, produk BBM dari Pertamina resmi mengalami peningkatan harga.


Deputy Director Marketing Communication & PR PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan, kenaikan harga BBM tak akan memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap pertumbuhan pasar otomotif Indonesia secara keseluruhan.

“Dampak sesaat mungkin saja terjadi tapi pada akhirnya masyarakat akan beradaptasi dengan kondisi tersebut,” kata Kariyanto Hardjosoemarto kepada Republika.co.id, dikutip Kamis (8/9/2022).

Ia justru melihat, kenaikan harga BBM ini berpotensi jadi katalis peralihan dari kendaraan internal combustion engine (ICE) ke kendaraan listrik. Karena, dengan adanya kenaikan harga BBM, masyarakat akan melakukan kalkulasi ulang terkait biaya operasinal kendaraan sehari-hari.

“Masyarakat akan membandingkan pengeluaran yang perlu dianggarkan untuk mobil konvensional dan mobil listrik. Ini bisa jadi pemicu peralihan karena mobil listrik menjanjikan biaya operasional yang jauh lebih murah,” kata dia.

Untuk menyambut permintaan pasar di kelas mobil listrik, Mercedes Benz pun telah bersiap untuk menghadirkan Mercedes Benz EQS. Menurutnya, produk battery electric full-size luxury liftback itu akan jadi mobil full listrik pertama yang akan diboyong Mercy ke Indonesia.

“Kami akan meluncurkan Mercedes Benz EQS akhir tahun ini,” ucapnya.

Dengan kehadiran produk tersebut, maka pabrikan Jerman itu bisa mengakomodasi kaum jetset yang menginginkan kendaraan premium dengan fitur canggih tapi tanpa emisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.