Mengukur Peluang Pabrikan China Jadi Raja Mobil Listrik di Indonesia

Jakarta

Berbeda dibandingkan pabrikan Jepang yang terkesan hati-hati dan penuh pertimbangan, pabrikan roda empat asal China justru percaya diri meluncurkan mobil listrik berbasis baterai di Indonesia. Bahkan, dua pabrikan raksasa asal China, Wuling dan DFSK sudah mulai menjual varian listrik mereka di Indonesia.

Wuling melalui kendaraan listrik mungilnya, yakni Wuling Air EV mencatat keuntungan yang terbilang mengagumkan. Kendaraan yang baru diluncurkan sebulan lebih tersebut sudah terjual hampir 3 ribu unit, dengan masa inden selama 2 bulan.

Nominal tersebut tentu mengesankan untuk penjualan mobil listrik di Indonesia. Terlebih Wuling Air EV berangkat dari segmen tak biasa, yakni mobil perkotaan atau city car yang hanya bisa menampung maksimal empat orang.

Sementara DFSK menjadi satu-satunya pabrikan mobil yang menjual kendaraan komersial ringan listrik di Indonesia. Kendaraan tersebut adalah DFSK Gelora E yang diluncurkan tahun lalu.

Berkaca dari kenyataan tersebut, timbul satu pertanyaan, bisakah produsen mobil asal China menjadi raja atau penguasa kendaraan listrik di Indonesia?

Wuling Air ev mulai dikirim ke tangan konsumenWuling Air ev mulai dikirim ke tangan konsumen Foto: dok. Wuling

Pengamat otomotif senior sekaligus pakar desain produk di Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu mengatakan, pabrikan China saat ini telah menjadi penguasa mobil listrik di Indonesia. Menurutnya, ada dua hal yang menjadi modal utama, yakni teknologi canggih dan harga yang terjangkau.

“Ya, kalau bicara itu (peluang jadi raja mobil listrik di Indonesia), saya rasa sekarang sudah. Kalau kita lihat, negara yang paling kuat dan maju industri mobil listrik dan baterainya, saat ini mungkin China,” ujar Yannes kepada detikOto, dikutip Kamis 15 September 2022.

Meski demikian, status ‘raja mobil listrik Indonesia’ yang saat ini disandang pabrikan China, bisa saja direbut pabrikan Jepang di kemudian hari, yakni saat mereka sudah serius menjual kendaraan non emisi di Tanah Air.

Menurut Yannes, pabrikan asal China kini mendominasi pasar elektrifikasi dunia, lantaran mereka telah memulainya lebih dulu.

“Jadi kalau kita lihat, negara yang paling maju ekosistem kendaraan listriknya di dunia itu China. Mereka bahkan udah mulai lepas landas mengembangkan EV sejak 2009 lalu. Negara lain belum apa-apa pada tahun itu. Sekarang, di China sudah ada 20 juta lebih kendaraan listrik,” terangnya.

Mobil listrik DFSK Gelora E dipamerkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021. Harga mobil listrik itu ditawarkan mulai dari Rp 480 juta.Mobil listrik DFSK Gelora E dipamerkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021. Harga mobil listrik itu ditawarkan mulai dari Rp 480 juta. Foto: Grandyos Zafna

Menurut Yannes, di pasar kendaraan listrik dunia, ada tiga negara yang saat ini menjadi penguasa, yakni Amerika Serikat, Korea Selatan, dan yang terakhir, China.

“Sebagai negara, China mampu mengembangkan sistem manufaktur yang sangat efisien. Itulah alasan mengapa kendaraan yang mereka produksi harganya bisa kompetitif,” kata Yannes.

Simak Video “Mulai Rp 850 Ribuan, Wuling Air EV Ternyata Bisa Disewa Harian
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.