Merawat Sendiri Mobil di Rumah, Perhatikan Ini

Selain pelumas, cairan yang bisa diperiksan adalah radiator, minyak rem dan washer.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Perawatan rutin kendaraan selain di bengkel resmi juga bisa dilakukan sendiri. Selain komponen padat, ada sejumlah cairan yang perlu diperhatikan pemilik, saat kendaraan tidak digunakan alias terparkir di rumah.


Menjaga kondisi kendaraan menjadi sebuah langkah penting agar diri kita selalu siap ketika kembali beraktivitas kembali dan berkendara tetap aman, nyaman, dan menyenangkan selama perjalanan. “Kami berharap panduan yang diberikan ini bisa membantu konsumen setia DFSK dalam merawat mobil kesayangannya,” kata PR and Media Manager DFSK Indonesia, Achmad Rofiqi, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/8). Berikut tips sederhana yang perlu anda perhatikan.


1. Oli Mesin


Pelumas kendaraan atau oli mesin perlu mendapatkan perhatian karena komponen ini yang melumasi pergerakan komponen yang ada di dalam mesin. Perhatikan waktu penggantian oli secara rutin agar tidak melampaui batas yang dianjurkan. Apabila diabaikan, maka bisa saja oli sudah lama kondisi tidak baik, sudah mengental, dan bahkan bisa merusak komponen mesin.


Umumnya cara termudah yang bisa dilakukan adalah dengan melihat odometer di dashboard kendaraan. Kendaraan modern seperti DFSK umumnya melakukan pergantian oli setiap 10.000 kilometer. Setelah itu pelumas segera diganti dengan pelumas asli seperti DFSK genuine oli yang dirancang sesuai dengan kebutuhan mesin kendaraan DFSK.


Konsumen juga bisa melihat volume oli mesin melalui deepstick yang berada di area mesin dan ditandai dengan gagang yang berwarna kuning. Apabila volume oli mesin berada di bawah batas minimum, pemilik kendaraan bisa menambahkan oli yang sama dengan yang digunakan saat itu.


2. Cairan di Mobil


Cairan lain di kendaraan juga wajib diperiksa secara berkala. Cairan yang bisa diperiksan adalah cairan radiator, minyak rem, dan washer atau cairan pembersih kaca depan kendaraan. Cairan radiator berfungsi berfungsi sebagai pendingin agar temperatur mesin stabil. Pemeriksaan cairan radiator bisa dilakukan melalui tabung resevoir. Apabila cairan berada di bawah batas minimal, maka bisa ditambah dengan cairan radiator. Hindari menggunakan air mineral karena bisa menyebabkan korosi di radiator dalam jangka waktu yang lama. Air radiator kendaraan modern biasanya berwarna merah atau kuning yang tersedia di toko asesoris atau bengkel resmi.


Minyak rem karena penting untuk menjaga keselamatan berkendara, dan pemilik kendaraan bisa mengeceknya di tabung minyak rem. Sedangkan cairan washer berfungsi untuk membantu wiper membersihkan kaca depan supaya memberikan visibilitas pengemudi yang baik. Pengemudi bisa menambahkan cairan washer atau air yang sedikit dicampur dengan sabun cair di tabung reservoir washer yang ada di ruang mesin.


3. Air Aki dan Lampu


Aki menjadi salah satu komponen penting bagi kelistrikan mobil karena sumber energi dari komponen satu ini. Apabila tidak dirawat, maka komponen ini bisa bermasalah dan membuat kelistrikan di kendaraan tidak berfungsi dengan baik.


Cara melihat kondisi aki, bisa melihat dengan tanggal pembeliannya melalui label yang ditempel. Umumnya, untuk mobil-mobil yang rutin digunakan, aki memiliki umur 1-2 tahun pemakaian. Secara rutin aki juga bisa dibersihkan dengan lap basah agar tidak berkerak di bagian kepala aki. Ini perlu dilakukan agar pasokan listrik berjalan lancar.


Untuk aki basah perlu secara berkala diperhatikan air yang ada di dalamnya. Setiap aki telah dilengkapi dengan batas maksimum dan minimum air aki yang dibutuhkan. Pengisian air aki dapat dilakukan sendiri dan disesuaikan dengan kebutuhan. Sementara pada aki kering, ada indikator warna yakni biru tandanya masih oke, putih butuh tambahan setrum, dan merah wajib ganti.


Setelah kondisi aki dinyatakan sudah optimal, maka pemilik kendaraan bisa memeriksa lampu dengan cara menghidupkannya. Pemilik kendaraan bisa menghidupkan lampu depan, lampu belakang, lampu kabin, hazard, hingga sein. Pastikan semua berfungsi dengan baik, dan apabila ada yang tidak berfungsi bisa di periksa penyebabnya.


4. Ban


Ban menjadi satu-satunya komponen di kendaraan yang langsung menyentuh aspal. Beban kendaraan seluruhnya bertumpu kepada empat ban yang luas area yang menempel aspal tidak lebih dari ukuran kartu pos. Karena itu keselamatan di jalan sepenuhnya bergantung pada ban dan sistem pengereman.


Pemilik mobil bisa memeriksa kondisi ketebalan ban melalui TWI (tread wear indicator) atau indikator keausan ban. Apabila sudah tipis, maka lekas diganti dengan ban baru agar traksi ban dengan aspal kembali maksimal.


Jangan lupakan periksa tekanan angin di dalam ban kendaraan. Tekanan ideal sebuah ban sudah ditetapkan pabrik kendaraan termasuk DFSK dan dicantumkan di label yang tertempel di pilar pintu pengemudi.


5. Body


Terakhir, pengemudi bisa mengecek kondisi body kendaraan. Apabila kendaraan dalam kondisi kotor dan banyak kotoran yang menempel, bisa segera dicuci agar bersih. Body yang kotor apabila didiamkan begitu saja bisa membuat korosi dan akhirnya menimbulkan kerusakan.


 


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.