Mobil Listrik Makin Banyak, Transmisi Mobil Konvensional Bakal Punah?

Karawang

Mobil konvensional masih membutuhkan sistem transmisi sebagai penghubung mesin dengan sistem penggerak. Bagaimana ya nasib komponen transmisi mobil konvensional seandainya mobil listrik semakin diminati dan lebih dipilih konsumen?

Sebagai informasi, sistem penyalur tenaga pada mobil listrik tidak sama seperti mobil listrik konvensional yang masih memiliki sistem transmisi manual dan otomatis.

Pada kendaraan listrik full baterai, komponen penggeraknya lebih ringkas. Sebab tenaga bisa langsung disalurkan ke roda menggunakan dinamo dan diatur kecepatannya menggunakan controller.

Andai mobil listrik sudah banyak yang menggunakan, bagaimana nasib sistem transmisi mobil konvensional ya? Lantas, apakah pabrikan akan melakukan penyesuaian?

Menjawab pertanyaan itu, President Director, PT Honda Precision Parts Manufacturing (HPPM), Manabu Shiraki, belum bisa memprediksinya lebih jauh. Menurut Shiraki, masih perlu dilakukan studi lebih lanjut.

“Masih sedang kami pertimbangkan, belum ada yang bisa kami infokan,” kata Shiraki di Kalihurip, Karawang, Jawa Barat, Senin (12/9/2022).

Kendati belum bisa memberikan info lebih detail soal proses penyesuaian itu, Shiraki tetap memandang penting mobil listrik sebagai kendaraan masa depan.

“Produksi mobil listrik ini sangat penting. Jadi yang elektrik ini (ke depan) akan diproduksi (lebih) tinggi. Jadi di Honda masih dipertimbangkan kemajuan mobil listrik,” tukasnya.

Di level global Honda sudah mulai menunjukkan keseriusannya menggarap kendaraan listrik. Di China misalnya, setelah tahun 2030 pabrikan berlogo H ini tidak lagi merilis mobil baru bermesin konvensional. Honda hanya akan meluncurkan produk mobil bermesin Hybrid (HEV) maupun listrik full baterai (EV).

Simak Video “Masyarakat Mulai Tertarik Kendaraan Listrik, Ini Faktor Penyebabnya
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.