Model Bus Eropa Terkesan Jadul, Kalah dengan Bus Indonesia yang Desainnya Canggih

Jakarta

Indonesia memang belum bisa membuat sasis atau mesin bus. Tapi soal industri karoseri, Indonesia bisa bicara lebih jauh. Soalnya ada beberapa model bus buatan Tanah Air yang diekspor ke mancanegara. Pelanggan luar negeri terkesan dengan desain bodi bus buatan Indonesia yang lebih berani!

Hal itu dikatakan langsung oleh Ketua Umum Askarindo (Asosiasi Karoseri Indonesia), Sommy Lumadjeng. Menurut Sommy, para pelanggan luar negeri suka dengan bus karya Indonesia karena memiliki desain yang lebih variatif.

“Jadi ada (pelanggan luar) yang pernah kontak ke saya. Terus saya tanya, kenapa kamu nggak beli bus dari Eropa?. Kata dia bus di Eropa harganya mahal bisa tiga kali lipat harga di Indonesia. Dan modelnya (bus Eropa) jelek, Pak,” kata Sommy di Press Conference Busworld Southeast Asia 2022, di Jakarta (20/9).

Bertempat di area JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, hari ini, Kamis (21/3/2019) resmi melepas ekspor perdana bus eksekutif CV Laksana ke Bangladesh.Bertempat di area JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, hari ini, Kamis (21/3/2019) resmi melepas ekspor perdana bus eksekutif CV Laksana ke Bangladesh. Foto: Luthfi Anshori

Menurut Sommy, industri karoseri di Indonesia telah menyerap teknologi Eropa dengan sangat baik. Tapi tidak untuk model-model eksteriornya atau desain luar bodi bus.

“Kalau bapak/ibu pernah keluar negeri, atau lihat-lihat di YouTube, model-model di sana (Eropa) kalah canggih sama di sini. Di Indonesia, karena memang masih menjadi industri padat karya, labour juga lebih murah, makanya kita bisa produksi (bodi bus) dengan sangat kompetitif,” sambungnya.

Lanjut Sommy menambahkan, industri bus di Eropa mungkin sudah terlalu sombong karena dipikir saat ini mereka yang paling luar biasa. “Tapi nyatanya nggak demikian juga,” katanya lagi.

Legacy SR2 Double DeckerLegacy SR2 Double Decker yang diekspor ke Bangladesh Foto: Laksana

Salah satu faktor yang membuat industri karoseri bus di Indonesia maju adalah karena karakter konsumen Indonesia yang modis. “Orang Indonesia beda. (bus baru pakai) lima tahun, scrap (dihancurkan), ganti model, baju sudah lusuh. Kalau di Eropa, mungkin sampai bongkek busnya tetap dipakai. Kita Indonesia orangnya lebih modis,” tukasnya.

Sejauh ini beberapa model bus buatan Indonesia sukses dikapalkan ke luar negeri, contohnya seperti bus double decker dan high decker besutan Laksana yang diekspor ke negara Bangladesh.

Simak Video “Bus Buatan Semarang Mendunia, Kali Ini Giliran Legacy SR3?
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.