Motor Honda Sudah Usang, Sulit Juara Meski Marc Marquez Tak Cedera

Jakarta

Manajer Repsol Honda, Alberto Puig belum bisa membawa timnya ke level terbaik sejak terakhir kali Marc Marquez juara dunia pada 2019. Selepas itu, Honda kehilangan arah sebab The Baby Alien dirundung cedera berkepanjangan.

Honda puasa kemenangan sejak musim 2020. Absennya Marc Marquez karena cedera jadi penyebab utamanya, hal ini turut memengaruhi pengembangan motor Honda.

Honda RC213V sudah ketinggalan jauh dan kini sudah usang dalam hal pembaruan. Terlebih jika dibandingkan dengan pesaing.

“Karena pada tahun 2020, Marc mengalami kecelakaan serius, kami tidak bisa lagi mengembangkan sepeda motor. Karena Marc memberi 200% dan itu terganggu. Sejujurnya ini sedikit mempengaruhi kami,” ujar Puig dikutip Motosan.es, Selasa (23/8/2022).

Marc Marquez muncul di Sirkuit Red Bull Ring setelah absen empat balapan karena cederaMarc Marquez muncul di Sirkuit Red Bull Ring setelah absen empat balapan karena cedera Foto: Instagram @marmarquez93

Honda tanpa Marc Marquez tidak mampu mengembangkan motor balap yang kompetitif dan sesuai dengan pebalap lainnya. Beberapa rider yang jadi tandem, seperti Jorge Lorenzo, Alex Marquez, hingga Pol Espargaro kesulitan naik podium dan bersaing di papan atas.

Gelar juara dunia enam kali yang dipegang Marquez semakin jauh diraih kembali. Joan Mir mendapatkannya pada musim 2020, setahun berikutnya Fabio Quartararo. Motor-motor kompetitor bertransformasi jadi lebih baik. Puig pun tak yakin jika Marquez tak cedera bakal juara dunia dengan RC213V.

“Baik Marc maupun saya tidak dapat meyakinkan Anda apakah dia akan memenangkan gelar 2020 dan 2021 dengan motor itu. . . Karena bahkan jika dia tidak jatuh, dia harus mencapai batasnya dan meskipun dia seorang pebalap super, kita semua adalah manusia,” kata dia.

Marquez mengakui motor RC213V yang ditungganginya butuh banyak perbaikan. MM93 menilai para rider Honda menderita dan perlu bantuan dari pabrikan.

“Panik adalah musuh terburuk. Yang penting adalah menganalisis situasi,” kata Marquez.

Salah satu poin yang banyak ditekankan Márquez adalah cara kerja Honda. Selain itu, pebalap Catalan ini ingin Honda memperbaiki konfigurasi sepeda motor.

“Masalah terbesar kami tidak ada hubungannya dengan motor, ini tentang keseluruhan proyek. Ini tentang komunikasi dan koordinasi. Di masa-masa sulit ini, penting agar arus informasi dalam tim meningkat, di semua bidang, di semua aspek. Jika kami semua tetap termotivasi, kami akan lepas dari situasi ini,” ujar dia.

“Kami, para pembalap Honda, membantu para teknisi dan tim. Saya akan berkontribusi 100 persen. Ketika saya berbicara tentang tim, ini bukan tentang orang-orang, ini tentang konsep keseluruhan. Tujuannya adalah kami harus memahami jalan mana yang harus kami ambil untuk proyek MotoGP 2023 kami,” kata Marquez.

Simak Video “MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.