Nggak Munafik, Lebih Suka Pecco yang Menang Ketimbang Bastianini

Jakarta

Paolo Ciabatti, Direktur Olahraga Ducati Corse terang-terangan lebih suka Francesco ‘Pecco’ Bagnaia yang menang di MotoGP Aragon. Wajar saja, satu poin akan menentukan gelar juara. Sementara balapan kini menyisakan 5 seri lagi.

Dalam balapan di Sirkuit Motorland Aragon, Spanyol, Minggu (18/9) lalu, Enea Bastianini menggagalkan kemenangan 5 kali beruntun Pecco Bagnaia.

Pecco yang memimpin sejak balapan dimulai harus kehilangan 25 poin setelah disalip Bastianini pada putaran terakhir. Meski begitu Pecco tetap finis sebagai runner up dengan mendapat tambahan 20 poin.

Ciabatti secara gamblang lebih suka Pecco Bagnaia yang menang. Sebab jika Pecco finis pertama, maka hanya berjarak 5 poin dari sang pemuncak klasemen Fabio Quartararo. Tapi aksi Bastianini di MotoGP Aragon menunda kemenangan beruntun Pecco, dan membuat jarak Pecco dengan Quartararo jadi 10 poin.

“Kami tidak munafik, kami jelas lebih suka Pecco menang karena dia akan membawa ke Quartararo dengan jarak 5 poin,” kata Paolo Ciabatti dikutip dari Corsedimoto, Selasa (20/9/2022).

“Tapi memang benar bahwa Enea melakukan balapan yang bagus, di lap-lap terakhir dia sangat cepat dan pantas menang,” tambah dia.

Ciabatti tidak mempermasalahkan kemenangan Bastianini, dia hanya optimistis peluang juara dunia terbuka lebar usai Fabio Quartararo crash di MotoGP Aragon.

“Kemenangan Bastianini di Ducati telah memenangkan 10 dari 15 gran prix, jadi saya akan mengatakan musim yang luar biasa hingga saat ini. Dengan jatuhnya Quartararo yang tidak bersalah, kami mengurangi jarak, lima balapan lalu kami tertinggal 91 poin, sekarang Pecco berada di 10 poin dengan lima balapan tersisa. Jadi saya akan mengatakan bahwa kejuaraan telah dibuka kembali dan kami akan memainkannya sampai akhir,” ujar dia.

Ducati memang berambisi untuk merebut juara dunia lagi, sejak terakhir kali dipegang oleh Casey Stoner pada 2007 silam. Satu dekade kemudian, hasil terbaik rider Ducati ialah menjadi runner up bersama Dovizioso, yakni 2017, 2018, dan 2019. Kemudian juara tanpa mahkota alias runner up juga diraih Pecco Bagnaia pada 2021.

Fabio Quartararo masih memimpin klasemen sementara MotoGP 2022. Dia hanya unggul 10 poin dari Pecco Bagnaia. Rider utama Ducati itu sudah membukukan 201 poin. Sedangkan Aleix Espargaro masih posisi tiga dengan 194 angka, Enea Bastianini sang pemenang MotoGP Aragon menambah 25 poin, sehingga rider Gresini Racing itu totalnya sudah mengumpulkan 163 angka.

Simak Video “MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.