Nissan Hentikan Operasional Datsun di India untuk Transisi Brand Menjadi Produsen Mobil Listrik?

Suara.com – Belum lama ini Nissan menghentikan operasional Datsun di India setelah brand ini dihidupkan kembali dan beroperasi mulai 2013.

Langkah ini adalah kelanjutan dari penutupan operasional Datsun di Indonesia serta Rusia pada 2020.

Tentunya muncul pertanyaan: apakah ada proyek lain ataupun subsitusi dari absennya Datsun di Negeri Bollywood?

Dikutip kantor berita Antara dari Automotive News, Nissan belum mengumumkan langkah berikutnya atas nasib merek Datsun di India. Produknya yang terkenal adalah Datsun Go dan Small-MPV Datsun Go+ di sektor entry level.

Baca Juga:
Bertahan Sembilan Tahun di India, Datsun Sampaikan Goodbye

Siluet 12 produk andalan Nissan dalam Nissan Next: A to Z, tampak depan [Screenshot: YouTube Nissan].
Siluet 12 produk andalan Nissan dalam Nissan Next: A to Z, tampak depan. Siap diproduksi dengan fokus transformasi merek  [Screenshot: YouTube Nissan].

Seorang sumber dari Nissan menyatakan kepada Automotive News pada Rabu (4/5/2022) bahwa ada opsi yang tengah dibahas. Yaitu menjadikan Datsun sebagai brand mobil listrik untuk pasar di negara berkembang.

Kabarnya, Nissan selaku induk perusahaan Datsun akan kembali melahirkan brand itu untuk produk versi mobil listrik dengan harga terjangkau.

Perusahaan mobil asal Jepang itu belum memberikan tanggapan akan berita Datsun alih peruntukan untuk mobil listrik. Pihak pabrikan menyatakan sedang fokus terhadap brand induk, Nissan sendiri.

“Sebagai bagian dari strategi transformasi global Nissan, kami fokus pada model dan segmen inti yang memberikan manfaat paling besar bagi pelanggan, mitra dealer dan bisnis,” kata sumber anomim kepada Automotive News.

Akan tetapi, peluang untuk melahirkan kembali Datsun sebagai mobil listrik tetap terbuka karena Nissan termasuk anggota Aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi.

Baca Juga:
Mantan Bos Nissan Sebut Renault Dalam Kesulitan Karena Bergabung di Sebuah Aliansi

Salah satu fokus utama aliansi ini adalah investasi bersama untuk kendaraan terelektrifikasi, terdiri dari 35 model listrik baru untuk semua model, termasuk Nissan Infiniti serta Nissan Dacia di 2030.

Produk yang diumumkan dalam presentasi adalah Nissan Micra listrik yang menggunakan basis Renault 5.

Nissan Micra “akan dirancang oleh Nissan, direkayasa dan diproduksi oleh Renault menggunakan platform [CMF B-EV] kami yang baru, memaksimalkan penggunaan aset aliansi sambil mempertahankan aspek Nissan-nya,” ujar COO Nissan Ashwani Gupta.

Dengan hadirnya mobil elektrifikasi Nissan, bukan tidak mungkin Nissan akan memberikan Datsun platform untuk merilis mobil listrik dengan harga terjangkau.

Selain Indonesia, Rusia, dan India, Nissan juga menjajaki pasar di Kazakhstan, Afrika Selatan, Belarusia, serta Nepal.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.