Pantau Pramudi dan Keselamatan Berkendara Melalui Teknologi IoT, Perum PPD dan PT TKDN Jalin Kerja Sama

Suara.com – Keselamatan berkendara adalah hal utama yang wajib diterapkan para pengguna jalan raya. Termasuk pramudi kendaraan umum dengan tugas utama mengantar para penumpang dengan selamat sampai ke tujuan.

Kemajuan teknologi berupa perangkat pemantau dan pemandu pramudi bisa diaplikasikan untuk mendukung keselamatan berkendara tadi.

Dikutip dari kantor berita Antara, pada Selasa (5/7/2022) di Cawang, Jakarta Timur, Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) dan PT Teknologi Karya Digital Nusa (TKDN) menandatangani kerja sama terkait penggunaan perangkat teknologi TKDN Advance Mobility atau TAM Fleet.  Peranti ini siap  dipasang di unit-unit bus milik Perum PPD.

Direktur Utama PT TKDN David Santoso (kanan) dan Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa dalam penandatanganan kerja sama terkait keselamatan berkendara di Cawang, Jakarta, Selasa (5/7/2022) [ANTARA/HO-PT TKDN].
Direktur Utama PT TKDN David Santoso (kanan) dan Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa dalam penandatanganan kerja sama terkait keselamatan berkendara di Cawang, Jakarta, Selasa (5/7/2022) [ANTARA/HO-PT TKDN].

Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa mengatakan, melalui kerja sama ini semoga bisa meningkatkan kualitas dan layanan kendaraan pengangkut penumpang sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:
Analis Perkirakan Kedigdayaan Tesla di Pasar Mobil Listrik Amerika Bakal Rampung pada 2025

“Yang melatarbelakangi kerja sama ini, di lapangan sering terjadi kecelakaan akibat terjadi kelalaian manusia. Nah, kebetulan TKDN punya alat untuk mendeteksi kelelahan dari pramudi,” jelas Pande Putu Yasa di Jakarta, Rabu (6/7/2022).

TAM Fleet sebagai perangkat teknologi mampu memberikan analisis kebiasaan berkendara pramudi dan memantau perilaku pengemudi agar tidak melakukan pelanggaran selama armada beroperasi.

Diharapkan bantuan teknologi itu mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan kelalaian pramudi.

“Harapannya, dengan adanya alat ini kelelahan pramudi bisa dideteksi lebih awal. Kami bisa mendeteksi pramudi ngantuk, pramudi keluar dari jalur, pramudi merokok,” imbuhnya.

Baca Juga:
Penjualan Tesla Sukses Dilewati Pembuat Mobil Listrik China, Benarkah?

Sementara itu, Direktur Utama PT TKDN, David Santoso mengatakan bahwa fitur lain TAM Fleet adalah kemampuan mendeteksi keberadaan pejalan kaki maupun kendaraan di sekitar armada dengan keakuratan mencapai 95 persen. Sehingga mampu meminimalkan kecelakaan lalu lintas.

David Santoso menyatakan bahwa penggunaan perangkat teknologi tadi sangat tepat disematkan untuk manajemen armada.

“Ini salah satu bentuk komitmen TKDN untuk program digitalisasi di sektor transportasi melalui teknologi IoT (Internet of Things) canggih yang terintegrasi demi mendukung smart city,” tandasnya.

4 comments

  1. I am in fact grateful to the owner of this website who has shared this great
    post at at this place.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.