Pertalite Bakal Naik, Penjualan Mobil Diprediksi Tak Terpengaruh

Jakarta

Pemerintah Indonesia dikabarkan akan segera menaikkan harga jual BBM Pertalite, seiring dengan bakal dicabutnya subsidi dari pemerintah. PT Toyota-Astra Motor (TAM), selaku Agen Pemegang Merek Toyota pun memberikan pandangannya.

Toyota menilai, langkah pemerintah untuk menaikkan harga jual BBM bukan tanpa alasan, dan semuanya telah diperhitungkan dengan matang.

“Posisinya kita mengerti dengan ketentuan pemerintah,” jawab Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy.

Anton menyakini target penjualan pada 2022 tidak akan terkoreksi alias penjualan mobil akan tetap tumbuh pada 2022.

“Yang penting pertumbuhan perekonomian tetap terjaga, Dan ini memang ketentuan pemerintah (menaikkan harga BBM). Untuk penjualan mobil tahun ini, saya rasa masih di angka 900 ribuan unit,” Anton menambahkan.

Kilas balik, Pertalite pertama kali dikenalkan pada tahun 2015. Saat peluncuran perdananya, Pertalite dijual Rp 8.400 per liter. Di masa uji coba itu, Pertamina melihat animo masyarakat terhadap BBM dengan RON 90 tersebut. Bila positif, maka penjualan sekaligus jumlahnya bakal ditambah.

Penggunaan MyPertamina untuk beli Pertalite dan Solar mulai diujicoba hari ini. Uji coba awal akan dilakukan di 11 daerah seluruh Indonesia.Ilustrasi Penggunaan MyPertamina untuk beli Pertalite dan Solar mulai diujicoba hari ini. Uji coba awal akan dilakukan di 11 daerah seluruh Indonesia. Foto: Antara Foto/Iggoy el Fitra

Usai peluncuran, Pertalite masih kurang digemari. Masyarakat saat itu lebih memilih premium karena banderol harganya lebih murah lantaran mendapat subsidi. Kemudian, harga Pertalite juga sempat dipatok sama dengan Premium yakni Rp 6.450 per liter lewat program Langit Biru. Program tersebut sekaligus diharapkan agar masyarakat mau beralih menggunakan BBM yang ramah lingkungan.

Semakin ke sini, Pertalite kian populer seiring dengan menghilangnya Premium dari pasaran. Pertalite pun dijual Rp 7.650 per liter tidak lagi sama dengan harga Premium.

Pun sejak Maret 2022, Pertalite juga ditetapkan menjadi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP). Sebagai JBKP, Pertalite juga dianggap sebagai BBM subsidi. Karena mendapat subsidi, distribusi Pertalite juga harus diatur. Ini dilakukan agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

Saat ini, pemerintah masih melakukan revisi Peraturan Presiden nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Ada beberapa skema yang disiapkan.

Pertama, adalah mengenai pembatasan berdasarkan kapasitas kubikasi kendaraan. Kemudian, ada juga pembahasan Pertalite hanya untuk kendaraan umum dan roda dua. Terakhir adalah hanya untuk warga yang tidak mampu berdasarkan data dan akan diberikan subsidi melalui Bantuan Langsung Tunai.

Simak Video “DPR soal Rencana Kenaikan Pertalite-LPG: Beban Ekonomi Warga Masih Berat
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.