Rencana Hyundai Eskpansi Mobil Listrik di Indonesia usai Bertemu Jokowi

Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Executive Chairman Hyundai Motor Group, Chung Eui-sun, dalam lawatannya ke Korea Selatan, Kamis (28/7/2022). Kepada Jokowi, Hyundai menyatakan komitmen untuk melakukan ekspansi kendaraan listrik beserta research and development (RnD)-nya.

Dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan Chairman Hyundai menyampaikan bahwa mereka akan melakukan ekspansi untuk mobil listrik serta penelitian dan pengembangannya di Indonesia.

“Bapak Presiden juga menerima khusus dari Hyundai, Chairman dari Hyundai, kebetulan tadi menyampaikan bahwa mereka akan melakukan ekspansi untuk mobil listrik dan RND-nya di Indonesia, ini masih dalam perencanaan,” ujar Bahlil Lahadalia dalam keterangannya.

Hyundai sendiri telah memiliki pabrik kendaraan di Indonesia. Pabrik Hyundai berdiri di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Pabrik tersebut juga sudah mulai memproduksi mobil listrik Hyundai Ioniq 5.

Pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di kawasan Deltamas, Cikarang, Bekasi diresmikan Presiden Joko Widodo pada Maret 2022 lalu. Saat itu, Jokowi menyebut, Hyundai Ioniq 5 menjadi mobil listrik pertama yang diproduksi di Indonesia.

Pada tanggal 26 November 2019, Hyundai Motor Company dan pemerintah Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membangun pabrik manufaktur di Tanah Air yang sekaligus menjadi pusat manufaktur pertamanya di Asia Tenggara. Pabrik tersebut memiliki nilai investasi sekitar USD 1,55 miliar hingga 2030.

Pembangunan pabrik yang berlokasi di Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia ini rampung pada Desember 2021 lalu. Pabrik manufaktur tersebut dibangun di atas lahan seluas 77,7 hektar dengan luas bangunan 18,8 hektar. Pabrik ini bisa memproduksi 150 ribu mobil per tahun.

Sementara itu, tak cuma soal kendaraan listrik, Hyundai juga disebut tertarik menjadi bagian dalam investasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Bahlil mengatakan, ini menjadi sesuatu hal yang positif.

Sebelumnya, Kementerian Investasi/BKPM juga melakukan penandatanganan MoU dengan POSCO yang menurut Bahlil juga berminat untuk berinvestasi di IKN, selain Hyundai dan LG. Dengan demikian, sudah ada tiga perusahaan yang menyatakan minat untuk masuk ke IKN.

“Jadi enggak benar itu kalau ada persepsi yang orang selalu meragukan apakah ada investasi untuk masuk ke IKN,” ungkapnya.

Simak Video “Mobil Bensin Bisa Ditekan Emisinya, Masih Butuh Mobil Listrik?
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.