Rencana Porsche Kolaborasi dengan Red Bull di Formula 1 Belum Menemui Kesepakatan

Suara.com – Porsche dan Red Bull dikabarkan belum menemui kesepakatan dalam kolaborasi untuk berlaga di balap Formula 1 atau F1.

Namun demikian, merek mobil sport asal Jerman ini menyatakan tetap tertarik untuk masuk ke ajang balap single seater terkencang di dunia itu.

“Kedua perusahaan sekarang sampai pada kesimpulan bahwa pembicaraan ini tidak akan dilanjutkan lagi,” kata Porsche AG dalam sebuah pernyataan, dikutip dari US News.

Porsche Penske Motorsport menyiapkan Porsche 963 untuk Daytona 24 Hours tahun depan [Porsche via ANTARA].
Porsche Penske Motorsport menyiapkan Porsche 963 untuk berlaga di Daytona 24 Hours tahun depan. Sebagai ilustrasi kiprah Porsche di bidang sport otomotif, antara lain balap ketahanan [Porsche via ANTARA].

Bos tim Red Bull, Christian Horner mengatakan di sela F1 GP Italia bahwa ada ketidakselarasan antarkedua belah pihak dalam pembicaraan sebelumnya.

Baca Juga:
Dalam Hening, Taksi Ikonik London Antre Ungkapkan Bela Sungkawa atas Mangkatnya Ratu Elizabeth II

Dengan demikian, Porsche dan Red Bull sepakat untuk tidak melanjutkan negosiasi yang berujung pada kolaborasi.

Sebuah sumber memgatakan, pembicaraan antara Porsche dan Red Bull terhenti karena sejumlah kesenjangan seperti seberapa banyak kontrol yang diinginkan Porsche dan apa yang akan diberikan Red Bull.

“Dengan perubahan regulasi, seri balap tetap menjadi prospek menarik bagi Porsche yang akan terus kami pantau,” tambah Porsche.

Sebelumnya, FIA yang mengatur balap F1 pada Agustus telah menyetujui peraturan mesin untuk meningkatkan daya listrik secara signifikan. Bahan bakar berkelanjutan 100 persen akan diterapkan, juga elemen Motor Generator Unit Heat (MGU-H) dipensiunkan pada 2026.

Baca Juga:
Obituari: Sri Ratu Elizabeth II Mangkat, Dunia Otomotif Kehilangan Driver dan Mekanik Andal

Hal ini dinilai akan memberikan kemudahan bagi Volkswagen Group untuk masuk ke F1.

Sebelumnya mantan CEO Volkswagen, Herbert Diess telah memberi bocoran bila merek Porsche dan Audi akan bergabung dengan F1. Strategi ini dilakukan untuk mengadang dominasi pembuat mobil Jerman, Mercedes-Benz yang merajai klasemen konstruktor F1 bersama juara dunia F1 tujuh kali, Lewis Hamilton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.