Sayonara! Ini Deretan Mobil yang Pamit dari Indonesia di 2022

Jakarta

Sepanjang Januari – Juni 2022 jadi saksi kelahiran mobil baru yang meluncur di Indonesia. Tapi ada juga empat mobil yang nasibnya tamat alias tidak dijual lagi buat konsumen di Tanah Air pada semester pertama tahun ini.

Dalam catatan detikOto, empat mobil yang disetop penjualannya tersebut lantaran penjualannya yang tidak moncer hingga lini produksi yang disetop oleh prinsipal. Apa saja? Berikut ini rangkumannya.

1. Honda Odyssey

Honda Odyssey tidak dijual lagi di Indonesia. MPV premium itu sudah hilang dari website resmi Honda Indonesia.

Mobil pesaing Toyota Alphard ini diproduksi di pabrik Sayama, Prefektur Saitama. Pabrik tersebut dijadwalkan akan ditutup pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2022. Honda telah memutuskan untuk tidak memindahkan produksinya ke tempat lain.

Seperti diketahui Honda Odyssey yang beredar di Indonesia merupakan barang impor CBU (Completely Built Up) dari Jepang.

Di Indonesia, Honda Odyssey pertama kali diperkenalkan pada tahun 2005 selanjutnya pada tahun 2010 generasi keempat Honda Odyssey kembali diperkenalkan. Pada Januari 2014, generasi kelima masuk ke Tanah Air. Sedangkan pada 2018 lalu, mobil ini mengalami sedikit perubahan di bagian eksterior dan interior. Bahkan mobil ini baru saja disegarkan untuk pasar Tanah Air pada Februari 2021.

Berdasarkan data wholesales, sepanjang Januari – Juni 2022, Honda Odyssey terakhir kali didistribusi pada Januari sebanyak 5 unit, sisanya tidak ada pengiriman sama sekali.

2. Mitsubishi Eclipse Cross

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyetop penjualan Eclipse Cross. Namanya sudah tak lagi terpampang pada situs resmi Mitsubishi Indonesia sejak Maret 2022.

Berdasarkan data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) Gaikindo, Mitsubishi Eclipse Cross tercatat nihil penjualan pada Januari 2022. Catatan penjualan 0 unit Mitsubishi Eclipse Cross itu sudah terjadi sejak Juli 2021.

Jika dibandingkan dari tahun ke tahun, Eclipse Cross memang mengalami penurunan. Misalnya pada saat tahun peluncuran 2019 lalu, mobil ini terdistribusi 514 unit, lalu turun ke 243 pada 2020. Sedangkan tahun berikutnya, Eclipse Cross hanya terkirim 172 unit.

Setelah tiga tahun berkiprah, mobil yang diimpor utuh atau CBU (Completely Built Up) dari Jepang itu sudah terdistribusi sebanyak 972 unit. Angka tersebut memang tak semoncer kompetitor terdekatnya, misalnya Corolla Cross sepanjang 2021 lalu sudah dikirim sebanyak 1.519 unit.

Kini Mitsubishi menghilangkan Eclipse Cross dari situs resmi mereka. Eclipse Cross sudah tak menemani Xpander, Xpander Cross, Outlander PHEV, Triton, dan L300. President Director PT MMKSI, Naoya Nakamura mengatakan bahwa salah satu penyetopan Eclipse Cross karena supply akibat kelangkaan chip semikonduktor.

“Betul, terhitung sejak Maret 2022 MMKSI kami telah menghentikan impor dan penjualan model Eclipse Cross untuk pasar Indonesia dikarenakan berbagai macam kondisi dan pertimbangan, termasuk kelangkaan semikonduktor,” ujar President Director PT MMKSI, Naoya Nakamura kepada detikcom, Sabtu (6/3/2022).

3. Corolla Cross bensin

PT Toyota Astra Motor juga menghentikan penjualan Corolla Cross versi bensin. Toyota akan lebih fokus menjual Corolla Cross varian hybrid.

Berdasarkan data wholesales Gaikindo, Toyota Corolla Cross bensin terakhir kali terdistribusi pada Agustus 2021. Sejak saat itu, Corolla Cross dengan bekal mesin 1.800 cc non hybrid itu tidak dikirim ke dealer lagi.

Corolla Cross non hybrid pertama kali diperkenalkan pada Agustus 2020. Peluncurannya dengan versi hybrid, tapi penjualan Corolla Cross non hybrid kalah laris.

Saat tahun pertama peluncuran mobil dengan mesin bensin berkode 2ZR-FBE 1.8 liter itu bisa mengumpulkan penjualan sebanyak 449 unit, sedangkan model Corolla Cross hybrid mampu terdistribusi 652 unit pada tahun yang sama.

Pun demikian setahun berikutnya, Corolla Cross hybrid lebih banyak disukai masyarakat Indonesia daripada versi non hybrid. Sebanyak 1.304 unit Corolla Cross hybrid terjual, sedangkan varian non hybrid cuma 215 unit.

Saat ini Toyota Astra Motor hanya menjual Corolla Cross Hybrid. Mobil tersebut dijual Rp 535,3 juta.

4. Toyota C-HR bensin

Setali tiga uang dengan Corolla Cross non hybrid, model lain, yakni Toyota C-HR versi bensin juga tidak lagi dipasarkan di Indonesia.

Penjualan C-HR hybrid lebih laris dari varian non hybrid. Dalam data wholesales Gaikindo, sepanjang Januari – Juni 2022, C-HR non hybrid tidak terdistribusi lagi, sementara varian hybridnya sudah terkirim sebanyak 31 unit.

Sedangkan tahun lalu, C-HR non hybrid hanya terdistribusi sebanyak 23 unit. Populasinya kalah dari C-HR hybrid dengan angka pengiriman 157 unit.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi mengatakan tren kedua mobil tersebut sudah berganti ke arah hybrid. Pihaknya saat ini hanya menjual C-HR dan Corolla Cross versi hybrid.

“Iya memang demand-nya sekarang ke hybrid jadi kita fokus ke hybrid,” jelas Anton saat dihubungi detikcom, Rabu (3/8/2022).

Simak Video “Sayonara! Ini Deretan Mobil yang Disuntik Mati di Indonesia Sepanjang 2021
[Gambas:Video 20detik]
(riar/dry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.