Secanggih-canggihnya Mobil Listrik, Laku atau Tidaknya Ada di Tangan Konsumen

Jakarta

Boleh jadi saat ini banyak pabrikan otomotif yang membanggakan kendaraan listrik mereka. Akan tetapi detikers perlu tahu, Nissan merupakan salah satu pionir mobil listrik di dunia, dengan memperkenalkan Nissan Leaf sejak 2010 dan mengklaim telah menjual 577.000 unit di seluruh dunia per Februari 2022.

Nissan pun membeberkan apa yang menjadi tantangan terbesar dalam memasarkan kendaraan listrik. Seperti yang disampaikan Regional Vice President Nissan ASEAN, Isao Sekiguchi di Bali.

Sekiguchi menjelaskan seberapa canggihnya kendaraan listrik, keputusan tetap ada di tangan konsumen, yang menentukan kendaraan apa yang akan mereka kendarai.

“Kalau kita lihat industri otomotif Indonesia sudah banyak perubahan. Dengan mengikuti ajang EV Smart Mobility – Joint Project (digagas oleh Mitsubishi Motors, Nissan Toyota, Fuso dan Isuzu) kami ingin masyarakat bisa lebih berdiskusi kepada kami akan mobil listrik, agar kita semua bisa lebih berkontribusi untuk Indonesia,” kata Sekiguchi.

“Tapi jangan lupa, konsumenlah yang memilih,”Sekiguchi menambahkan dengan santai.

Nissan Leaf 2022Nissan Leaf 2022 Foto: Nissan Official Europe Newsroom

Soal elektrifikasi, Sekiguchi menambahkan, untuk bisa membangun industri otomotif tidak akan berjalan tanpa dukungan pasti dari berbagai sektor.

“Soal elektrifikasi ini harus kita bicara bersama-sama dan start bersama-sama. Apa yang sudah ada? Apa yang dibutuhkan ke depannya? Kerjasama apa yang dibutuhkan ke depannya? Serta hal lainnya untuk bisa lebih memajukan industri kendaraan listrik,” ucap Sekiguchi.

Sekiguchi juga menyampaikan apa yang menjadi tantangan untuk bisa lebih memasarkan kendaraan listrik.

“Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi untuk bisa meningkatkan penjualan kendaraan listrik. Pertama, Bagaimana membuat masyarakat tahu akan ev dan peduli terhadap kendaraan listrik. Hal ini harus dilakukan untuk mengetahui kelebihan dari mobil listrik. Kedua, bagaimana akses untuk menggunakan kendaraan listrik, sebagai contoh charging station di Jepang sangat banyak (SPLU). Tapi bagaimana pun juga kendaraan listrik hanya 1 persen (terjual di Jepang). Namun produk yang tepat pasti akan dimiliki konsumen yang tepat,” kata Sekiguchi.

“Ketiga, insentif dari pemerintah. Ini bisa menolong masyarakat untuk bisa membeli kendaraan listrik,” ujar Sekiguchi.

Simak Video “Harganya Rp 200 Jutaan! Ini Wujud Mobil Listrik Baru Nissan
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.