Singgung MotoGP Mandalika, Bos Dorna Tolak Wacana Hapus Moto2 dan Moto3

Jakarta

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, menolak wacana penghapusan kompetisi Moto2 dan Moto3 dari ajang MotoGP. Ezpeleta tetap menganggap penting dua kompetisi tersebut lantaran sudah menjadi struktur yang tidak terpisahkan dari balap kelas premier sejak 1949.

Usulan meniadakan Moto2 dan Moto3 dilontarkan oleh pemilik tim MotoGP Pramac Racing, Paolo Campinoti. Ia beralasan balap MotoGP kurang terekspos oleh masyarakat karena harus berbagi jam tayang dengan Moto2 dan Moto3. Campinoti ingin MotoGP mendapatkan rating televisi yang tinggi.

Maka itu Campinoti mengusulkan kepada Dorna agar perhelatan MotoGP di luar Eropa tak perlu diikuti oleh kelas Moto2, Moto3, termasuk MotoE. Ketiga ajang balap motor tersebut cukup diselenggarakan di seri-seri Eropa, agar MotoGP bisa mendapatkan porsi penayangan lebih.

Mendengar wacana tersebut, Ezpeleta pun menolaknya dengan tegas. Menurut bos Dorna, Moto2 dan Moto3 merupakan balap yang tak dapat dipisahkan dari balap kelas premier atau MotoGP. Dari kedua kompetisi itu pula lahir juara-juara baru, di mana pebalap dari Asia bisa mencicipi kemenangan.

“Tapi kemudian kita tidak akan melihat kemenangan ‘kandang’ oleh (pebalap Thailand) Chantra di Moto2 pada bulan April di GP Mandalika, Indonesia. Dan di Texas, fokusnya adalah pada pebalap Moto2 lokal Cameron Beaubier dan Joe Roberts. Promotor di luar Eropa menginginkan ketiga kelas itu,” kata Ezpeleta dikutip dari Speedweek.

Meski begitu, Dorna Sports tak menganggap diri mereka sempurna, mereka siap untuk diajak berdiskusi, membuat konsesi. Pertimbangan sedang dibuat untuk memberikan kelas MotoGP eksklusivitas lebih.

“Kami tidak akan pernah menghilangkan Moto2 dan Moto3 karena kelas-kelas ini merupakan bagian penting dari struktur GP dan selalu ada dari tahun 1949. Saya terbuka untuk diskusi yang berarti. Tapi program GP dengan tiga kelas tidak akan tergoyahkan,” sambungnya.

Simak Video “MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!
[Gambas:Video 20detik]
(lua/dry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.