Suara.com – Berdasarkan hasil studi dari Asosiasi otomotif Amerika (AAA), fitur pengukur konsumsi bahan bakar Multi Information Display (MID) yang terdapat pada mobil modern tidak sepenuhnya akurat.

Dari hasil studi dijelaskan, akurasi yang didapat sangat bervariasi. Dalam melakukan perjalanan yang lebih pendek, sensor dan perangkat lunak yang mengatur pengukur bahan bakar sangat sensitif terhadap akselerasi mobil yang tidak konsisten dan sangat mempengaruhi hasil.

AAA mengatakan bahwa 74 persen pengemudi menggunakan tampilan kilometer dari nol untuk memutuskan kapan harus mengisi bensin ketika mereka hampir kehabisan bensin.

Indikator bahan bakar pada mobil [Shutterstock].
Indikator bahan bakar pada mobil [Shutterstock].

Namun organisasi nirlaba ini merekomendasikan agar pengendara sebaiknya segera mengisi bahan bakar saat jarum indikator sudah berada di dekat lambang pompa.

Baca Juga:
Sulit Temui Pemilik Mobil Viral Halangi Ambulans, Polres Tangsel: Kemungkinan Pindah Rumah

Metode ini dianggap lebih akurat untuk mengetahui kondisi bahan bakar pada mobil. Pasalnya pada batas tersebut, kondisi bahan bakar sebenarnya sudah mencapai seperempat tangki.

Sedangkan mengemudikan mobil sampai lampu bahan bakar menyala sangat dilarang. Dalam situasi ini bahan bakar dapat menguap dan dapat berdampak pada rusaknya pompa bahan bakar akibat kotoran yang masuk.

Dalam studi yang dilakukan, AAA bekerjasama dengan Automotive Research Center of the Automobile Club of Southern California.

Metode pengukuran yang dilakukan adalah dengan menggunakan dinamometer untuk menjalankan pilihan kendaraan melalui skenario simulasi mengemudi.

Rata-rata, tampilan efisiensi bahan bakar kendaraan yang diuji menunjukkan kesalahan 2,3 persen dibandingkan dengan ekonomi bahan bakar yang diukur dengan cara manual.

Baca Juga:
CEK FAKTA: Mobil Dinas Baru Presiden Harga Rp 12 Miliar Dibeli saat Pandemi, Benarkah?

Kesalahan kendaraan individu sangat bervariasi, mulai dari minus 6,4 persen hingga plus 2,8 persen.