Soal Mobil Menteri Jokowi Sekarang, Sudah Ramah Lingkungan Tapi Belum Listrik Murni

Jakarta

Para menteri dan sejumlah pejabat lain di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo telah mendapatkan Toyota Crown 2.5 HV G-Executive sebagai kendaraan dinas. Mobil itu tergolong ramah lingkungan dan termasuk dalam jajaran kendaraan elektrifikasi berjenis hybrid.

Toyota Crown 2.5 HV G-Executive dipilih melalui mekanisme tender umum dengan menggunakan sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Prosesnya juga telah dikonsultasikan dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP). Kala itu, PT Astra International Tbk-TSO sebagai pemenang tender menyediakan 101 unit Toyota Crown 2.5 HV G-Executive untuk para ‘pembantu’ Jokowi.

Tapi tampaknya mobil dinas jajaran menteri bakal segera berganti. Pasalnya, lewat Inpres nomor 7 tahun 2022 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan dinas oeprasional yang diminta adalah mobil listrik bertenaga baterai, Jokowi menginstruksikan Menteri Kabinet Indonesia Maju, Sekretaris Kabinet, Kepala Staf Kepresidenan, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, para kepala lembaga pemerintah non-kementerian, para pimpinan kesekretariatan lembaga negara, para gubernur, serta para bupati/wali kota untuk menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas.

Dalam Inpres jelas disebutkan bahwa kendaraan dinas operasional berbasis baterai. Kalau begitu, mobil elektrifikasi jenis hybrid tak masuk dalam hitungan.

Kendaraan berteknologi hybrid memiliki dua sumber tenaga yakni motor listrik dan mesin konvensional. Keduanya bisa bekerja secara bergantian. Contohnya untuk Toyota Crown 2.5 HV G-Executive mengandalkan mesin A25A-FXS dan motor listrik.

Mobil hybrid tidak butuh colokan untuk mengisi ulang baterai. Di bagian kap depan, masih berisi mesin seperti mobil konvensional. Umumnya, baterai di mobil hybrid bisa diisi ulang lewat energi yang diperoleh saat berkendara, misalnya saat melakukan pengereman. Memang mobil hybrid sudah lebih ramah lingkungan, tapi masih mengeluarkan emisi.

Sedangkan mobil listrik berbasis baterai tidak mengeluarkan polusi saat beroperasi. Tenaganya benar-benar mengandalkan kapasitas baterai. Kalau baterai habis, maka mobil harus buru-buru dicas supaya bisa digunakan lagi. Maka dari itu, sejumlah pabrikan menyediakan charger khusus sehingga mobil listrik bisa diisi ulang di rumah. Pada beberapa model, kap depan mobil listrik bisa digunakan untuk tempat penyimpanan barang.

Simak Video “Tren Bergeser, Toyota Bikin Mobil Pejabat Model Crossover
[Gambas:Video 20detik]
(dry/riar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.