Sopir Fortuner Pelat Merah Todong Pistol di Tol Jagorawi Berbuntut Panjang

Jakarta

Aksi penodongan pistol yang dilakukan oleh pengemudi Toyota Fortuner di Tol Jagorawi masih jadi perbincangan hangat di jagat dunia maya. Dalam tayangan video yang beredar, sebelum aksi penodongan pistol itu dilakukan Toyota Fortuner pelat merah itu meminta jalan dari sebelah kanan lajur 4 yang ditempati Avanza.

Lajur kanan yang dimaksud merupakan lajur kecil dibatasi garis kuning dekat dengan median jalan. Sehingga untuk mobil bisa maju, pengendara di depan harus sedikit membuka jalan.

Namun, pengendara Avanza itu tampak tidak membuka jalannya. Alhasil, sopir Fortuner berpindah ke lajur 3 dan beberapa kali masih berusaha untuk menyalip. Hingga akhirnya ia membuka kaca mobil dan menodongkan pistol sebagaimana terlihat di video. Belum berakhir sampai situ, pengendara Fortuner juga terlihat melipat spion sebelah kiri Avanza dan melanjutkan perjalanannya.

Setelah diusut, Fortuner yang dikemudikan merupakan mobil dinas Kementerian Pertahanan. Atas kejadian itu, Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Azhar Simanjuntak meminta maaf.

“Kami atas nama Kemhan tentu memohon maaf kepada masyarakat atas perilaku tidak patut yang bersangkutan, dan Kemhan berterima kasih kepada masyarakat yang telah aktif mengawasi perilaku personel Kemhan,” ungkap Dahnil dikutip detiknews.

Insiden ini kata Dahnil akan dikembalikan ke Mabes TNI untuk selanjutnya diproses secara hukum. Di lain pihak, Puspom TNI juga disebut telah meminta rekaman CCTV ke pihak Jasa Marga. Ada dua rekaman CCTV yang diserahkan Jasa Marga ke Puspom TNI itu.

Adapun soal pengendara yang menodongkan pistol di jalan bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya juga ada pengendara Toyota Fortuner di kawasan Duren Sawit menodongkan pistol ke arah pengguna jalan lain.

Perilaku arogan di jalan itu dikenal juga sebagai Road Rage. Praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan perilaku ini akan selalu ada di jalan. Perlu digarisbawahi, meski umumnya dilakukan oleh pengemudi kendaraan besar tapi tindakan arogan tidak bergantung dari jenis kendaraan yang dikemudikan. Perilaku arogan itu kata Sony bergantung pada mental dari pengendara itu sendiri.

“Enggak sih, tergantung mentalnya juga. Mobil gw Fortuner, tapi lebih banyak ngalah dan kasih ruang bagi pemotor, terutama disimpangan jalan,” ungkap Sony.

Bila kita bertemu dengan pengendara dengan perilaku arogan tersebut, ada baiknya untuk mengalah. Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya.

“Jadi, selalu mengalah, sopan dan berbagi adalah salah satu kunci keselamatan berkendara,” tegas Sony.

Simak Video “Simak! Berikut Lokasi ‘Haram’ untuk Parkir Kendaraan
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.