Tanda-Tanda Engine Mounting Minta Diganti

Sahabat Oto…. Gerakan poros engkol di dalam mesin menimbulkan getaran pada mesin. Getaran tersebut sangat kuat sehingga terasa hingga kabin mobil. Engine mounting bertugas meredam getaran tersebut dengan mencengkeram mesin agar tetap pada posisinya.

Umumnya, engine mounting terbuat dari bahan karet, tapi ada juga yang terbuat dari polyurethane. Dengan penggunaan terus menerus, komponen ini pun akan berkurang performanya. 

Jika terbuat dari karet, engine mounting akan mudah rapuh saat sudah terlalu lama digunakan. Lalu, bagaimana cara mengetahui engine mounting sudah harus diganti?

Getaran mesin sangat terasa

Tanda yang paling mudah dirasakan adalah jika getaran mesin sangat terasa. Munculnya getaran pada mesin adalah hal yang wajar karena adanya stasioner (putaran mesin).

Namun, jika Sahabat Oto merasakan getaran yang berlebih saat mengendarai mobil, bisa jadi ada kerusakan pada engine mounting sehingga harus diganti baru.

Kedudukan mesin berubah

Engine mounting meredam getaran mesin dengan menahannya agar tidak bergeser. Maka, jika Sahabat Oto melihat kedudukan mesin berubah, bisa dipastikan ada masalah pada engine mounting.

Terlebih jika ada kerusakan pada bagian atas komponen, mesin mobil akan terlihat miring atau bahkan turun.

Mobil menghentak saat dinyalakan

Tanda lain yang bisa Sahabat Oto deteksi adalah mobil terasa menghentak saat dinyalakan. 

Pada mobil dengan transmisi otomatis, saat sedang berada di transmisi netral kemudian pindah ke D (drive), mobil akan terasa menghentak.

Timbul bunyi

Selain dapat diamati secara visual, tanda engine mounting harus diganti juga bisa didengar. Bunyi ini akan timbul saat mobil melalui jalanan rusak atau bergelombang. 
​​​​​​​Terkadang, bunyi juga timbul saat Sahabat Oto menurunkan kecepatan mobil (deselerasi). Bunyinya terdengar seperti ‘gluduk gluduk’ dan berasal dari bagian depan mobil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.