Ternyata Pabrikan Mobil Sudah Uji Coba Lintasi Tanggul ‘Polisi Tidur’ Sejak 1970

Jakarta

Detikers pasti tahu banget rasanya melintasi tanggul atau Speed Bump atau biasa yang disapa ‘Polisi Tidur’. Kalau tidak seimbang sedikit, bisa jadi bisa terjatuh, atau jika kendaraan ceper sedikit sudah pasti motor akan tergasruk.

Terlepas dari hal itu, detikers tahu tidak, rupanya sejak 1970 pabrikan otomotif sudah melakukan uji jalan kendaraan saat melintasi speed bump atau di Indonesia yang kerap dikenal sebagai polisi tidur.

Berdasarkan penelusuran di internet, sejak 1970 banyak pabrikan otomotif yang terus melakukan riset untuk bisa mendapatkan kenyamanan saat berkendara, seperti yang dilakukan pabrikan Prancis Citroen bukan hanya dari pabrikan Jerman, Jepang atau Amerika Serikat yang saat ini menjadi raksasa otomotif dunia saat ini.

Sejak tahun 1954 Citroen memperkenalkan teknologi suspensinya, hydropneumatics suspension, yang dilengkapi self levelling. Teknologi ini memungkinkan Citroën dikendarai hanya dengan satu roda belakang, alias tiga roda.

André Citroën kala itu berkeinginan untuk bisa melahirkan mobil atau kendaraan yang benar-benar bisa digunakan oleh seluruh elemen masyarakat, untuk itu kenyamanan kesenangan berkendara, atau asyik dikendarai, aman, serta dijual pada harga yang terjangkau menjadi hal mutlak bagi dirinya.

Speed tableIlustrasi Speed table Foto: Speed table (Foto: Permenhub)

Jangankan soal speed bump, sejak awal Citroën melahirkan mobil menggunakan penggerak roda depan dan bodi monocoque sehingga bodi lebih ringan, nyaman dikendarai dan secara relatif hemat dalam mengonsumsi bahan bakar.

Dengan penggunaan teknologi hydropneumatics suspension, yang kini dikembangkan menjadi suspensi udara kala itu, mobil diklaim menjadi nyaman dan stabil dikendarai. Bahkan, polisi tidur (speed bump) pun dapat dilintasi dengan nyaman.

Bahkan, begitu stabilnya Citroën DS sehingga pada akhir tahun 1970-an diadakan demo untuk menunjukkan bahwa mobil itu tetap dapat dikendarai walaupun hanya dengan satu roda belakang, atau dengan tiga roda.

Sedangkan dari segi keamanan (safety), pada saat perusahaan pembuat mobil masih menggunakan bodi yang merupakan gabungan kerangka kayu dan panel-panel metal, André Citroën telah menggunakan all-steel-body. Citroën juga memperkenalkan rem cakram modern.

Harga yang terjangkau itu menjadi kata kunci bagi Citroën. Itu sesuai dengan cita-cita pendirinya, André Citroën, yang sungguh-sungguh memiliki ambisi membuat mobil yang bisa diakses oleh semua orang. Terjangkau itu bukan berarti murah, apalagi murahkan, karena setiap produk Citroën memiliki bagian dari perkembangan otomotif secara keseluruhan, dan teknologi baru yang diciptakan atau dibuat agar mobil itu lebih mudah diakses.

Simak Video “Polisi Tidur 20 Baris di Tangerang Bikin Jengkel, Berakhir Dibongkar
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.