Tes Lengkap MINI Electric: Semakin Berkarakter dan Asyik!

Jakarta

Sejak diluncurkan pada awal Juni 2022 silam, MINI Electric jadi buah bibir para pencari mobil listrik. Pasalnya, MINI Electric hanya terpaut sedikit dengan Cooper S 3-door dari segi harga.

Namun dengan harga jual off the road yang tak sampai Rp 1 miliar ini, apa saja yang coba ditawarkan MINI Electric? Apakah sensasi berkendaranya semenyenangkan MINI Cooper bermesin bensin? Simak ulasan kami kali ini!

MINI ElectricMINI Electric satu basis dengan MINI Cooper S 3-door Foto: Muhammad Hafizh Gemilang/detikOto

Desain Tetap Ikonik

Secara desain, jelas MINI Electric ini identik dengan MINI Cooper biasa. Hal tersebut lantaran MINI Electric mengusung basis yang sama dengan Cooper S 3-door.

MINI menyematkan emblem huruf ‘s’ di bagian bonetnya dan aksen hood yang menyerupai kepunyaan Cooper S. Namun untuk menandakan ini elektrik, MINI memberikan aksen warna kuning.

Beralih ke samping, dimensi dari MINI Electric ini terkesan identik dengan Cooper 3-door. Namun jika ditilik speknya, ternyata yang versi listrik ini lebih pendek sekitar 26 mm, tapi lebih tinggi 18 mm.

Lalu yang bikin MINI Electric ini berbeda total dari Cooper biasa adalah penggunaan model peleknya. MINI menyematkan pelek ring 17 dengan desain yang futuristis dan dibalut ban ukuran 205 profil 45.

MINI ElectricMINI Electric dapat dicas dengan charger type 2 Foto: Muhammad Hafizh Gemilang/detikOto

MINI Electric menggunakan port pengecasan yang disimpan di bagian kanan, layaknya akses tangki bensin. Port pengecasan ini tersedia dalam pilihan colokan tipe 2 CCS.

Beralih ke dalam, nuansa kabinnya terasa sama dengan MINI Cooper konvensional. Tak banyak aksen atau part bernuansa futuristis yang dibawa MINI ke mobil ini.

Bahkan layout headunit, instrumen kluster, hingga tombol-tombolnya pun dibuat sama dengan MINI Cooper konvensional.

Hal yang berbeda adalah tentunya informasi terkait baterai dan pengunaan energi listriknya. Selain itu, ada juga tombol energy recover untuk mengatur besaran regenerative braking dan daya listrik balik ke baterai.

Secara umum, desain MINI Electric ini tetaplah ikonik. Meski hadir dengan embel-embel elektrik, MINI tak membuat desain mobil ini berubah total ke arah futuristik, melainkan tetap berkarakter dan semakin menarik.

MINI ElectricMINI Electric Foto: Muhammad Hafizh Gemilang/detikOto

Karakter Berkendara yang Menyenangkan

Beberapa mobil listrik murni sudah pernah kami coba. Sensasinya cenderung mirip, pun untuk MINI Electric ini.

Khas mobil listrik, buasnya torsi dari motor listriknya terasa instan. Begitu pedal akselerator diinjak dalam secara dadakan, mobil akan melesat tanpa ragu.

Namun yang membedakan tiap-tiap mobil listrik ini adalah besaran tenaga-torsi dari motor listriknya, mode berkendara, hingga fitur berkendaranya.

Nah! MINI Electric ini hadir dengan tenaga dan torsi yang cukup mirip dengan MINI Cooper S 3-Door. Tenaganya di angka 184 DK di 7.000 RPM dan trosi 270 Nm di 100 hingga 1.000 RPM.

MINI ElectricTop speed MINI Electric dibatasi hingga 155 km per jam Foto: Muhammad Hafizh Gemilang/detikOto

Kendati figur tenaga dan torsinya mirip dengan Cooper S 3-door, tapi di MINI Electric ini dengan karakter penyaluran tenaga-torsi yang instan, membuat sensasi yang jauh lebih menyenangkan.

Sayang, MINI membatasi kecepatan maksimal dari MINI Electric. Kami tes sampai pedal gas mentok lantai, mobil ini hanya dapat melaju hingga 155 km per jam. Tapi kami sadar, hal tersebut guna menjaga kesehatan baterainya.

Untuk urusan mode berkendara, layaknya MINI Cooper konvensional, MINI Electric hadir dengan beragam mode mulai dari Normal, Sport, Eco, sampai Eco+.

Tentu di mode Sport, MINI Electric hadir lebih responsif secara penyaluran tenaga, lebih sigap secara steering, dan lebih keras suspensinya.

Sedangkan di mode paling irit, yakni Eco+, MINI Electric akan bekerja tanpa fitur AC. Di mode ini, jarak tempuhnya bisa bertambah sekitar 20%.

Berbicara soal pengendalian atau handling, MINI Cooper tetaplah MINI Cooper. Handling-nya sangat tajam, berkat jarak sumbu roda yang pendek serta dimensi yang kompak.

Menurut kami, dengan disematkannya baterai serta motor listrik ke MINI Electric ini, membuat karakter berkendaranya kian menyenangkan lagi. Sebab centre of gravity-nya menjadi makin rendah.

Namun untuk urusan suspensi, MINI Cooper juga tetaplah MINI Cooper. Demi mendapatkan handling tajam bak gokart, MINI harus merancang suspensi yang kaku ke mobil ini.

Itu sebabnya, ketika melewati jalan berlubang atau jelek, MINI Electric ini terasa terguncang dan kurang nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.