Tidak Hanya Gunakan Nitrogen, Ini Hal Yang Harus Dilakukan Saat Mengganti Ban Baru

Sahabat Oto… Mengganti ban mobil jadi aktivitas yang wajb dilakukan pemilik kendaraan ketika kondisi ban sudah menjadi aus atau rusak. Namun, ketika sudah diganti, ada yang perlu diperhatikan agar ban nyaman dikendarai dan tidak cepat kembali rusak.

Banyak pemilik mobil yang tidak memahami apa yang perlu dilakukan ketika mengganti ban baru, kebanyakan langsung digunakan. Padahal ada beberapa hal yang masih harus dilakukan sebelum mobil kembali diajak jalan setelah bannya diganti.

Gunakan pentil baru.

Saat mengganti ban baru, pastikan pentilnya juga harus diganti baru. Ini karena bisa jadi pentil yang lama sudah terjadi kebocoran halus atau kerusakan lain, sehingga performa ban baru tidak maksimal.

Tambah Tekanan Angin

Saat pengisian pertama, tekanan angin sebaiknya ditambah 5 sampai 10 persen. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat bead (pinggiran ban) bisa menempel sempurna pada pelek. Jika bead tidak sempurna menempel, maka angin bisa keluar, ketika mobil bermanuver.,”

Fungsi lain menaikkan tekanan angin, yaitu untuk menjaga tekanan angin ban. Hal ini karena ban baru punya bentuk yang masih belum sempurna dan bisa menurunkan tekanan ban. Namun ketika sudah dilebihkan sejak awal, maka ketika turun, tekanan ban diasumsikan ada di posisi normal. Seperti misalnya tekanan angin normal 30 PSI, dilebihkan 10 persen menjadi 33 PSI, dan ketika terjadi penurunan tekanan, bisa kembali di titik normal.

Ikuti dengan Proses Balancing dan Spooring

Pemasangan ban baru sebisa mungkin harus disertai spooring dan balancing. Pertama balancing dulu, untuk mendapatkan keseimbangan antara ban dan pelek, agar tidak terjadi getaran saat kendaraan di jalankan. Kemudian lakukan spooring, untuk menemukan keselarasan roda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.