Jakarta

Supaya irit BBM dalam berkendara, selain faktor mesin juga dipengaruhi beberapa faktor. PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memberikan tips supaya motor bisa lebih hemat BBM, dari mulai gaya berkendara hingga perhatikan kondisi motor. Berikut penjelasannya.

Pertama, cek kondisi motor. Pastikan motor dalam keadaan prima.

Kondisi motor yang prima menjadi salah satu faktor dalam menunjang keiritan berkendara. Tekanan ban menjadi yang perlu diperhatikan, jika kekurangan angin, maka tarikan motor akan menjadi berat. Hal ini membuat konsumsi BBM jadi lebih boros.

Lalu, perawatan berkala seperti penggantian oli dan membersihkan filter udara juga perlu dilakukan untuk menjaga tarikan motor tetap optimal. Tenaga yang tidak terbuang membuat konsumsi BBM tidak boros.

Kedua, perhatikan gaya berkendara.

Selain kondisi motor yang prima, hal lain yang perlu diperhatikan dalam menjaga ke iritan bensin adalah cara berkendara. Semakin agresif gaya berkendara dengan bukaan gas dan pengoperasian rem yang tidak teratur akan membuat bensin motor menjadi sangat boros.

Oleh karena itu, perlu cara berkendara yang smooth atau halus dalam hal pengoperasian motor, di antaranya membuka gas perlahan dan menjaga kecepatan konstan. Lalu, tidak melakukan pengereman secara mendadak (terkecuali emergency) sehingga suplai bensin yang dialirkan ke ruang bakar menjadi lebih terukur dan irit.

Ketiga, pemanfaatan Teknologi & Fitur Motor

Produk Maxi Yamaha saat ini dilengkapi teknologi untuk menunjang efisiensi bahan bakar. Seperti penggunaan mesin Blue Core Yamaha, lalu fitur Stop & Start System yang mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu saat motor sedang berhenti, kemudian adanya Eco Riding indicator pada panel instrumen motor atau aplikasi Y-Connect untuk memberitahu bahwa pengendara sedang mengoperasikan motor dalam kondisi irit bahan bakar.

Untuk Eco Riding Indicator pada aplikasi Y-Connect, fitur satu ini dapat ditemukan pada All New NMAX 155 Connected dan All New Aerox 155 Connected.

Empat, perhatikan barang bawaan

Satu hal lain yang perlu diperhatikan untuk menjaga keiritan bensin adalah dengan tidak membawa barang yang melebihi kapasitas (overload) daya angkut motor. Biasanya saat hendak touring, motor kerap dipasangi dengan touring box pada sisi kanan, kiri dan belakang body motor untuk menaruh barang tanpa mengindahkan kemampuan daya angkut motor yang berujung pada kelebih beban.

Karena dengan kondisi overload, selain membuat kinerja mesin menjadi berat yang berimbas pada borosnya bensin, kondisi ini turut pula membahayakan bagi pengendara karena dapat menghilangkan keseimbangan motor terutama saat sedang bermanuver.

Simak Video “Tenaga Motor Loyo dan BBM Boros? Cek 4 Hal Ini
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)